JANGAN LINDAS KAMI PAK…!!
Mungkin inilah kata-kata yang
cocok untuk yang satu ini. Mereka digaji dari pajak rakyat dan melindas yang
membayar gaji mereka. Apakah ini pantas dan wajar mereka lakukan dan bahkan
dinilai tidak manusiawi dan kejam, seorang driver online (ojol) meninggal dunia
setelah terlindas kendaraan aparat pada pukul 19.20 Wib didaerah Menteng,
Jakarta Pusat pada hari Jum’at tanggal 28 Agustus 2025, yang bernama Affan
Kurniawan usia 30 tahun.
Affan meninggal ketika terjadi
demo Mahasiswa dan buruh pada tanggal 28 Agustus 2025 yang masih berjalan untuk
menyampaikan aspirasinya di gedung DPR MPR RI. Mungkin kita merasa sedih dan
kecewa terhadap penguasa dan penjaga keamanan negeri ini. Dengan gugurnya
seorang putra bangsa membuat rakyat semakin beringas, seperti harimau yang
terkena duri, seakan menerjang dan menerkam semua yang ada dihadapannya tanpa
ada rasa takut dan semakin kuat serta bersemangat untuk menghantam apapun yang
dilaluinya.
Bagaikan munculnya tenaga baru,
dengan gugurnya satu orang syahid yang tidak tahu apa-apa, membuat gaungnya ke
seluruh negeri, sambil berkata “INILAH SAATNYA KAWAN…” maka ibarat lubang semut
yang kena air, berhamburan dan keluar semua didalamnya, menyerbu dan menerjang
semua yang dilaluinya. Engkau bukan siapa-siapa tapi kematian mu menampar semua
yang sedang tidur selama ini, menampar yang selama ini hanya melihat saja, tapi
sekarang langsung bangun dari tidurnya dan mengambil sikap siap sedia untuk
membela negeri ini yang sudah digerogoti oleh tikus-tikus dan badut-badut
kekuasaan.
“Kami akan melanjutkan perjuangan mu kawan… “ begitulah tekad dan semangat dalam diri kami, setelah kau pergi meninggalkan sebuah pesan, untuk memperjuangkan negeri ini dan hancurkan segala ketidak adilan dan keserakahan yang telah membuat rakyat jadi sengsara dan tertindas oleh kaumnya sendiri yang dianggap sebagai wakilnya yang sudah dipercayai untuk membangun negeri ini, tapi yang terjadi malah sebaiknya. Sungguh bagai buah simalakama rakyat saat ini, dibiarkan tambah sengsara, dibubarkan tidak ada yang membela, walaupun hanya diatas kertas saja. Tapi rakyat sudah muak dan bosan dengan segala-gala janji-janji manis dan harapan-harapan palsu yang tidak memihak kepada rakyat.
Semoga tindakan dan sikap hari
ini dapat merubah negeri ini berbenah dan lebih baik lagi, jika harus banyak
yang dikorbankan asalkan menjadikan negeri ini kembali kepada pangkuan ibu
pertiwi dengan gagah berani dengan segala kodrat dan fungsinya masing-masing
sesuai dengan Undang-Undang Dasar 1945 yang telah susah payah dibuat oleh para
pahlawan negeri ini.
Marilah kita bersama-sama kembali
saling bekerja sama dan bahu membahu memberantas tirani dan oligarki yang
sangat merugikan negeri ini dengan segala konsekuensi yang harus diterima,
asalkan negeri ini kembali dapat berjalan dengan gagah berani dan disegani oleh
Negara-negara lainnya.
0 comments:
Posting Komentar
TERIMA KASIH ATAS KOMENTARNYA