PADANG ADALAH KOTANYA ORANG-ORANG BAIK
Kenapa judulnya seperti itu…
karena ini hanyalah sebagai gambaran dan tukar pikiran tentang orang-orang kota
Padang yang rata-rata masih pribumi yang telah lama tinggal di Ranah Minang nan
di Cinto. Mungkin ini salah satu kenapa kota Padang masih banyak orang-orang
baik, karena situasi dan keadaan kota Padang yang masih menjunjung tinggi nilai
norma dan etika sebagai orang Minang yang selalu berbuat baik kepada siapapun
dan dimanapun, yang akhir-akhirnya juga bisa dipengaruhi oleh orang lain dan
suku lainnya sesuai dengan pepatah “Dimana bumi dipijak , disitu langit di
junjung”, yang artinya dimana kita tinggal , kita harus bisa menyesuaikan diri
dengan lingkungan sekitar. Itu makanya orang Minang gampang sekali bergaul dan
menyesuaikan diri jika pergi merantau ke negeri orang karena mereka sudah
terbiasa dengan kebiasaan yang selalu diajarkan oleh orang-orang tua terdahulu.
Terlepas dari itu, sebenarnya
orang Padang (khususnya orang Minang), sudah didasari oleh pondasi Agama yang
kuat , yaitu agama Islam. Oleh karena itu, pada zaman dahulu dan sampai
sekarang walaupun sudah mulai banyak yang melanggar, bahwa kalau orang Minang ,
pasti agamanya Islam. Itulah yang membuat mereka memiliki moral dan etika
(akhlak) yang baik, sehingga dapat diterima dimanapun.
Selain agama Islam , juga
dilandasi dengan adat istiadat Minangkabau yang telah diajarkan sejak dini
kepada anak dan kemenakan oleh orangtua dan Mamak (orang yang dituakan dalam
keluarga). Hal ini, membuat orang Minang memang memiliki akhlak yang baik dan
mulia, sehingga banyak dijadikan menantu oleh orang-orang Minang sendiri
ataupun suku lainnya di Indonesia.
Memiliki jiwa yang mandiri dan bertanggungjawab adalah salah satu sifat yang dimiliki oleh orang Minang yang sampai saat ini masih banyak kita jumpai pada diri orang Minang dimanapun berada. Tapi selain itu, hal yang negatif juga tak luput dari orang Minang sekarang, yang mungkin tidak ada pengawasan dan contoh tauladan dari orang-orang tua kepada generasi Minang dan juga dipengaruhi kemajuan teknologi dan globalisasi saat ini, sedikit demi sedikit hal yang baik tersebut mulai terkikis dan mungkin bisa hilang, jika tidak dari saat ini kita mulai kembali menanamkan jiwa-jiwa adat istiadat Minangkabau dan pondasi agama Islam yang kuat, dengan berbagai cara , seperti baliak ka Surau , atau hal-hal yang positif lainnya. Mungkin ini bukan hal yang mudah , tapi tidak juga mustahil karena masih banyak orang Minang yang peduli dan berpartisipasi dalam memulai semuanya dari awal untuk menegakan falsafah “adat basandi syarak, syarak basandi kitabullah”, yang artinya adat istiadat yang berpedoman kepada Agama, dan Agama berpedoman kepada Al-Qur’an.
Ini sangat membutuhkan perhatian dan partisipasi semua elemen
masyarakat, disamping dukungan dari pemerintah kota Padang sendiri, yang saling
bahu membahu dalam mencari solusi dalam mengatasi hal-hal yang negatif pada
generasi muda saat ini yang sudah mulai jauh dari adat istiadat Minangkabau dan
agama Islam. Jika semuanya ikut berpatisipasi, seperti pemerintah dengan KAN,
LPM dan lembaga masyarakat lainnya dengan dunia pendidikan dan instansi yang
terkait lainnya maka Insha Allah semua yang kita cita-citakan , yaitu menciptakan
generasi muda yang Madani akan terwujud.
bagus sekali tulisannya
BalasHapusTerima kasih infonya bg
BalasHapusorang Minang memang pilihan
BalasHapusmemang betul 1000%
BalasHapussuka sekali dengan informasi ini
BalasHapussemoga...aamiin..
BalasHapusingi jalan-jalan ke Padang
BalasHapusmemang terbukti..
BalasHapussemoga Padang jaya selalu
BalasHapus