Demo yang dimulai tanggal 25 Agustus 2025, masih
berlanjut sampai 28 Aguatus 2025 yang dimotori oleh buruh dengan 6 tuntutannya,
yaitu :
1. 1, Hapus
outsourcing dan tolak upah murah
2. 2. Stop
PHK : Bentuk Satgas PHK
3. 3. Reformasi
Pajak Perburuhan
4. 4. Sahkan
Rancangan Undang-Undang Ketenagakerjaan tanpa Omnibus Law
5. 5. Sahkan
RUU Perampasan Aset
6. 6. Revisi
RUU Pemilu : Redesain Sistim Pemilu 2029
Melihat enam tuntutan tersebut, kami sebagai rakyat
agak sedikit kecewa karena hal utama yang diinginkan dalam demo tersebut adalah
seperti yang dilakukan oleh Gusdur dahulu yang sampai dia dilengserkan yaitu
dibubarkannya DPR. Kenapa, karena saat ini semakin jelas dan terang bahwa DPR
tidak begitu ada kontribusi dan perannya sebagai wakil rakyat yaitu untuk
membela dan menjadi perwakilan suara rakyat yang didaerah-daerah. Tapi
kenyataannya apa sekarang, DPR hanya sibuk menaikan gajinya dimasa efisiensi
yang digaungkan Pak Prabowo dan juga sibuk memikirkan kepentingannya saja
ditengah rakyat sedang susah dan sulit dalam perekonomian, bukannya membela dan
mencari jalan keluar atau solusinya tapi malah seolah-olah DPR tidak peduli
akan penderitaan rakyat yang semakin parah dan menyengsarakan.
Sebagai masyarakat awam jadi berpikir, bahwa demo
sekarang yang terjadi hanyalah sebuah sandiwara dan settingan belaka, yang
dilakukan hanya untuk mengelabui rakyat agar merasa ada yang membela dan peduli
akan nasibnya yang telah dibuat sulit oleh keputusan pemerintah saat ini.
Mau gimana lagi, sebagai rakyat hanya bisa melihat
dan menonton saja apa yang terjadi saat ini, yang tidak bisa bergerak dan
berteriak untuk membela hak-haknya untuk didengarkan oleh para penguasa dan
pengambil kebijakan di negeri ini. Rakyat hanyalah sebagai pelengkap
penderitaan yang tiada henti dan terus akan menjadi objek tapi bukan subjek
dalam kehidupan saat ini.
Sebenarnya dalam UUD 1945, semua keputusan adalah
ditangan rakyat, rakyat yang membuat dan memutuskan tentang segala hal di
negeri ini , tapi kenyataannya rakyat hanya menjadi bahan percobaan segala
kebijakan yang dibuat oleh pemerintah yang sebagian besar sangat merugikan dan
menyengsarakan rakyat itu sendiri.
Di Negara lain kasus korupsi, adalah sebuah
kejahatan yang sangat tinggi dan merugikan Negara yang dapat dihukum
seberat-beratnya dan bahkan ada yang menerapkan hukuman mati nagi para koruptor
tersebut. Namun , sangat berbeda sekali dengan sebuah negeri yang daerah subur
dan kaya akan sumber daya alam, tapi yang terjadi pada rakyatnya miskin dan
menderita, yang berbanding terbalik dengan kondisi para penguasanya yang kaya
raya dan hidup makmur.
Inilah yang aneh pada suatu negeri, entah apa dan
kenapa para pemimpin dan penguasa di negeri tersebut, dimana letak hati nurani
dan perasaannya terhadap nasib rakyatnya, apakah sudah tidak ada dan mati rasa
terhadap rakyatnya, dapat kita yang terjadi saat ini.
Mungkin sudah menjadi nasib menjadi rakyat, hanya
bisa disuruh bayar pajak yang tinggi, biaya kehidupan yang semuanya naik dan
semakin tidak terjangkau, sementara pemimpin dan penguasanya hidup senang dan
bahagia diatas penderitaan yang dirasakan oleh rakyatnya sendiri.
bubarkan juga dpr
BalasHapuskirain ada tuntutan bubarkan dpr
BalasHapuskok gak ada bubarin dpr
BalasHapusburuh harus memperjuangkan
BalasHapus