Perilisan Besar Epstein Files (Update Februari 2026)
Kasus Jeffrey Epstein memasuki babak baru yang sangat transparan setelah pengesahan Epstein Files Transparency Act oleh Presiden Donald Trump pada November 2025. Berikut adalah ringkasan fakta terbaru dan paling akurat.
1. Volume Data yang Dirilis
Pada 30 Januari 2026, Departemen Kehakiman (DOJ) AS merilis kumpulan dokumen terbesar dalam sejarah kasus ini:
Jumlah Halaman: Sekitar 3,5 juta halaman dokumen (termasuk rilis susulan dari Desember 2025).
Materi Visual: Lebih dari 2.000 video dan 180.000 gambar.
Sumber Data: Berasal dari investigasi FBI, catatan pengadilan di Florida dan New York, serta investigasi mengenai kematian Epstein di penjara pada 2019.
2. Tokoh-Tokoh Utama yang Disebutkan
Penting untuk dicatat bahwa munculnya nama dalam dokumen ini tidak selalu berarti keterlibatan dalam kejahatan. Banyak nama muncul dalam konteks log penerbangan, korespondensi administratif, atau kliping berita.
Tokoh | Konteks dalam Dokumen | Status/Respons |
|---|---|---|
Donald Trump | Namanya muncul ribuan kali, sebagian besar dalam kliping berita dan log penerbangan tahun 1990-an. | Menegaskan telah memutus hubungan lama sebelum kasus kriminal mencuat. Tidak ada bukti keterlibatan kriminal baru. |
Bill Clinton | Muncul dalam catatan foto dan dokumen lama. | Membantah mengetahui aktivitas pelecehan seksual Epstein. Tidak didakwa. |
Pangeran Andrew | Dokumen mengungkap upaya jaksa untuk mewawancarainya dan detail undangan ke Istana Buckingham setelah Epstein bebas dari tahanan rumah (2010). | Masih dalam sorotan publik dan hukum meskipun sudah menyelesaikan gugatan perdata sebelumnya. |
Peter Mandelson | Mantan Dubes Inggris. Disebut dalam transaksi keuangan dan komunikasi akrab dengan Epstein. | Mengundurkan diri dari beberapa posisi dan meminta maaf atas hubungan sosial tersebut. |
Elon Musk | Muncul dalam korespondensi yang menunjukkan hubungan yang lebih dekat dari yang diakui publik sebelumnya. | Belum ada bukti partisipasi dalam aktivitas ilegal. |
Miroslav Lajčák | Penasihat keamanan nasional Slovakia. | Mengundurkan diri setelah namanya muncul dalam arsip komunikasi dengan Epstein. |
3. Temuan Penting Baru
Draft Dakwaan Baru: Ditemukan draf surat dakwaan tahun 2007 yang seharusnya menjerat tiga asisten pribadi Epstein selain Epstein sendiri, namun dakwaan tersebut tidak pernah diajukan saat itu karena kesepakatan pembelaan yang kontroversial.
Negosiasi Sebelum Kematian: Dokumen menunjukkan bahwa dua minggu sebelum kematiannya di penjara (2019), pengacara Epstein sempat bertemu jaksa untuk membahas potensi kerja sama (menjadi saksi kunci).
Identitas Korban: DOJ melakukan penyuntingan ketat (redaksi) untuk melindungi identitas korban. Namun, pada awal Februari 2026, sempat terjadi penarikan ribuan dokumen karena kesalahan penyuntingan yang tidak sengaja mengungkap data pribadi korban.
4. Konteks Indonesia dalam Dokumen
Terdapat laporan mengenai nama-nama tokoh dari Indonesia (seperti mantan pejabat tinggi atau keluarga presiden terdahulu) yang muncul dalam "Little Black Book" atau arsip komunikasi. Namun, analisis ahli menunjukkan bahwa sebagian besar adalah proposal proyek bisnis atau undangan formal yang dikirimkan kepada Epstein, bukan bukti hubungan personal yang mendalam atau keterlibatan dalam skandal seksual.
5. Status Hukum Saat Ini
Ghislaine Maxwell: Tetap menjalani hukuman 20 tahun penjara di Texas.
Penyelidikan Berlanjut: Meskipun jutaan dokumen telah dibuka, DOJ menyatakan sekitar 200.000 halaman masih ditahan atau disunting berat karena alasan hak istimewa hukum dan perlindungan penyelidikan yang masih berjalan terhadap individu lain.
Catatan Penting: Publik diimbau untuk membaca dokumen sesuai konteks. Keberadaan nama dalam log penerbangan "Lolita Express" atau buku alamat tidak secara otomatis menjadikan seseorang pelaku kejahatan kecuali didukung oleh bukti kesaksian atau bukti fisik lainnya.

0 Komentar
TERIMA KASIH ATAS KOMENTARNYA