Krisis Keamanan dan Konten Dewasa di Platform Roblox (2025-2026)
Roblox, platform dengan lebih dari 70 juta pengguna aktif harian, kini menghadapi tekanan luar biasa dari regulator pemerintah dan organisasi perlindungan anak. Masalah utama berkisar pada kegagalan sistem moderasi dalam menyaring konten seksual dan interaksi antara orang dewasa dengan anak-anak.
1. Masalah Utama: "Condos" dan Konten Seksual
Meskipun Roblox memiliki kebijakan ketat terhadap konten seksual, para pengembang nakal terus menciptakan apa yang disebut sebagai "Roblox Condos".
Definisi: Ruang virtual buatan pengguna yang dibuat dalam waktu singkat untuk melakukan aktivitas seksual virtual, percakapan eksplisit, dan perilaku dewasa lainnya.
Modus Operandi: Pengembang menggunakan bahasa kode dan aset yang disamarkan agar lolos dari bot moderasi otomatis. Ruang ini biasanya hanya bertahan beberapa jam sebelum dihapus, namun tautannya disebarkan melalui Discord atau media sosial lainnya.
Konten Visual: Penggunaan animasi karakter (R6/R15) yang dimodifikasi untuk mensimulasikan tindakan seksual.
2. Ancaman Predator dan Pedofilia
Laporan dari berbagai lembaga penegak hukum (termasuk investigasi terbaru oleh Bloomberg dan media besar lainnya) menyoroti bagaimana predator memanfaatkan fitur chat Roblox:
Grooming: Pelaku sering kali memberikan "Robux" (mata uang virtual) gratis atau item langka kepada anak-anak untuk membangun kepercayaan sebelum memindahkan percakapan ke platform yang tidak terenkripsi seperti Discord atau Snapchat.
Filter Chat yang Lemah: Meskipun ada sensor kata, pengguna sering menggunakan "leetspeak" (mengganti huruf dengan angka atau simbol) untuk menghindari deteksi saat mengirim pesan yang tidak pantas.
Identitas Anonim: Kemudahan orang dewasa membuat akun dengan profil anak-anak tanpa verifikasi usia yang ketat di masa lalu mempermudah akses mereka ke server yang didominasi pemain muda.
3. Gugatan Hukum dan Kebijakan Terbaru (Akhir 2025 - 2026)
Merespons kritik yang semakin masif, Roblox telah memperkenalkan beberapa perubahan drastis:
Verifikasi Usaha yang Diperketat: Pengguna yang ingin mengakses fitur tertentu atau konten "13+" kini diwajibkan melakukan verifikasi identitas menggunakan tanda pengenal resmi (KTP/Paspor).
Pembatasan Chat untuk Anak di Bawah 13 Tahun: Roblox kini secara otomatis memblokir pesan pribadi dari orang asing bagi pengguna di bawah usia 13 tahun, kecuali jika ditambahkan sebagai teman dan disetujui melalui kontrol orang tua.
Pembaruan Kontrol Orang Tua: Orang tua kini memiliki dasbor pusat untuk memantau waktu bermain, siapa saja yang berkirim pesan dengan anak mereka, dan menetapkan batas pengeluaran Robux.
4. Kritik terhadap Model Bisnis (Eksploitasi)
Selain masalah seksual, Roblox juga dikritik karena:
Ekosistem Perjudian: Munculnya situs pihak ketiga "Roblox Gambling" di mana anak-anak bisa mempertaruhkan skin atau Robux mereka.
Buruh Anak: Kritikus berpendapat bahwa sistem pengembangan Roblox mengeksploitasi kreativitas anak-anak dengan imbalan finansial yang sangat kecil dibandingkan keuntungan yang diraup perusahaan.
5. Panduan untuk Orang Tua
Para ahli keamanan siber merekomendasikan langkah-langkah berikut:
Aktifkan PIN Akun: Mencegah anak mengubah pengaturan keamanan tanpa izin.
Batasi Chat: Atur fitur chat ke "No One" atau "Friends Only".
Pantau Daftar Teman: Pastikan orang tua mengetahui siapa saja yang berkomunikasi dengan anak di dunia nyata.
Edukasi: Beritahu anak tentang bahaya memberikan informasi pribadi atau berpindah platform chat dengan orang asing.
Status: Investigasi berkelanjutan oleh komisi perlindungan anak di berbagai negara.

0 Komentar
TERIMA KASIH ATAS KOMENTARNYA