Harga Emas Antam Anjlok Parah (31 Januari 2026)
Pasar emas dunia dan domestik dikejutkan oleh koreksi tajam yang terjadi pada penutupan pekan terakhir Januari 2026. Setelah sempat menyentuh rekor tertinggi sepanjang masa (ATH) di atas Rp3,1 juta per gram, harga emas Antam hari ini resmi "terjun bebas".
1. Statistik Perubahan Harga Hari Ini
Penurunan hari ini tercatat sebagai salah satu yang paling drastis dalam sejarah perdagangan emas di Indonesia.
Harga Emas 1 Gram: Rp2.860.000 (Turun Rp260.000)
Harga Buyback (Beli Kembali): Rp2.700.000 (Turun sekitar Rp285.000)
Persentase Penurunan: Sekitar 8,3% dalam satu hari.
2. Penyebab Utama "Flash Crash" Emas Dunia
Anjloknya harga emas domestik mengikuti tren pasar global di mana harga emas spot dunia tumbang hampir 9-10% dalam semalam ke level $4.892 per ons. Beberapa faktor pemicu utama adalah:
Sentimen The Fed: Nominasi Kevin Warsh sebagai Ketua Federal Reserve yang baru oleh Presiden AS Donald Trump memicu ekspektasi kebijakan moneter yang lebih ketat (hawkish).
Penguatan Dolar AS: Indeks Dolar AS (DXY) melonjak tajam setelah pengumuman tersebut, membuat emas yang dihargai dalam dolar menjadi jauh lebih mahal bagi pemegang mata uang lain.
Aksi Ambil Untung (Profit Taking): Setelah reli masif di awal Januari 2026, banyak investor institusi melakukan aksi jual besar-besaran untuk mengamankan keuntungan (liquidating positions).
3. Daftar Harga Emas Antam Hari Ini (31 Januari 2026)
Berdasarkan rilis resmi dari situs Logam Mulia, berikut adalah rincian harga untuk berbagai ukuran (belum termasuk pajak):
Ukuran | Harga Terkini (Rp) | Selisih Penurunan (Rp) |
|---|---|---|
0,5 gram | 1.480.000 | -130.000 |
1 gram | 2.860.000 | -260.000 |
2 gram | 5.660.000 | -520.000 |
5 gram | 14.075.000 | -1.300.000 |
10 gram | 28.095.000 | -2.600.000 |
25 gram | 70.112.000 | -6.500.000 |
50 gram | 140.145.000 | -13.000.000 |
100 gram | 280.212.000 | -26.000.000 |
500 gram | 1.400.320.000 | -130.000.000 |
1000 gram | 2.800.600.000 | -260.000.000 |
4. Analisis Strategi Bagi Investor
Para analis pasar menyarankan agar investor tetap tenang dan tidak terjebak dalam panic selling.
Bagi Investor Jangka Panjang: Penurunan tajam ini sering kali dipandang sebagai peluang Buy on Dip (membeli saat harga rendah) mengingat fundamental emas sebagai aset pelindung nilai masih kuat di tengah ketegangan geopolitik (seperti di Selat Hormuz).
Bagi Trader Jangka Pendek: Disarankan untuk Wait and See hingga pasar menemukan titik keseimbangan baru (support level) pada pembukaan perdagangan pekan depan.
Sumber: Data Logam Mulia Antam & Reuters, per 31 Januari 2026.

0 Komentar
TERIMA KASIH ATAS KOMENTARNYA