Header Ads Widget

Responsive Advertisement

Gerhana Matahari Cincin: 17 Februari 2026

Gerhana Matahari Cincin: 17 Februari 2026

Tahun 2026 akan dihiasi oleh fenomena Gerhana Matahari Cincin (GMC) yang terjadi hanya beberapa hari sebelum umat Muslim di seluruh dunia memasuki bulan Ramadan 1447 H. Fenomena ini menciptakan efek "Cincin Api" di mana Bulan tidak sepenuhnya menutupi Matahari.

1. Waktu Kejadian

Berdasarkan data astronomi akurat, gerhana ini akan berlangsung pada:

  • Tanggal: Selasa, 17 Februari 2026.

  • Puncak Gerhana: Sekitar pukul 12:12 UTC.

  • Kaitan dengan Ramadan: Berdasarkan kalender Hijriah, Ramadan 1447 H diperkirakan jatuh pada tanggal 18 atau 19 Februari 2026. Artinya, gerhana ini terjadi hanya 1-2 hari sebelum awal Ramadan.

2. Lokasi dan Jalur Lintasan (Path of Annularity)

Fenomena "Cincin Api" yang sempurna hanya dapat disaksikan di wilayah tertentu yang dilewati jalur antumbra:


Lokasi Utama (Cincin Api Sempurna):

  • Antartika: Jalur utama gerhana ini melintasi sebagian besar wilayah Antartika Timur.

  • Samudra Hindia: Jalur cincin akan berakhir di wilayah selatan Samudra Hindia.

  • Prancis Selatan (Kerguelen Islands): Wilayah terpencil ini akan mendapatkan durasi cincin api yang cukup lama.

Gerhana Matahari Sebagian (Partial):

Wilayah yang akan melihat Matahari tampak seperti sabit (bukan cincin sempurna) meliputi:

  • Sebagian besar wilayah Afrika Selatan (Cape Town, Johannesburg).

  • Sebagian wilayah Amerika Selatan bagian tenggara (Argentina dan Chili).

  • Sebagian wilayah Australia bagian selatan dan barat.

3. Visibilitas di Indonesia

Secara akurat, Gerhana Matahari Cincin 17 Februari 2026 TIDAK dapat diamati dari wilayah Indonesia.

  • Hal ini dikarenakan jalur gerhana berada di belahan bumi bagian selatan (kutub selatan) dan Samudra Hindia bagian selatan.

  • Saat gerhana berlangsung, wilayah Indonesia tidak berada dalam bayangan bulan (penumbra maupun antumbra).

4. Karakteristik Gerhana

  • Magnitudo: 0.963 (Bulan menutupi sekitar 96% cakram Matahari).

  • Durasi Maksimum: Fase cincin api akan berlangsung selama kurang lebih 3 menit 30 detik di titik pusatnya di Antartika.

5. Fenomena Lanjutan di Tahun 2026

Selain gerhana Februari, tahun 2026 juga akan memiliki gerhana besar lainnya:

  • Gerhana Matahari Total (12 Agustus 2026): Akan melintasi Arktik, Greenland, Islandia, dan Spanyol. Ini akan menjadi salah satu gerhana paling spektakuler di Eropa dalam beberapa dekade.

6. Kesimpulan untuk Awal Ramadan 2026

Karena gerhana matahari selalu terjadi pada saat Bulan Baru (Konjungsi/Ijtima'), maka fenomena pada 17 Februari 2026 ini secara ilmiah menandai lahirnya bulan baru untuk kalender Hijriah. Hal ini membantu para ahli astronomi memastikan bahwa hilal Ramadan 1447 H akan mulai diupayakan pengamatannya pada sore hari tanggal 18 Februari 2026.

Posting Komentar

0 Komentar