Berita Terbaru PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) - 6 Januari 2026
1. Penetapan Kurs Konversi Dividen Interim
Perusahaan mengumumkan detail penting terkait pembayaran dividen tunai interim untuk tahun buku 2025:
Keputusan: ADRO akan membagikan dividen tunai interim senilai total USD250 juta (sekitar Rp4,18 triliun).
Kurs Konversi: Perusahaan telah menetapkan kurs konversi untuk pembagian dividen interim ini. Kurs yang digunakan adalah Kurs Tengah Bank Indonesia (BI) pada tanggal 2 Januari 2026, yaitu sebesar Rp16.720 per Dolar Amerika Serikat.
Nilai Per Saham: Dengan kurs tersebut, nilai dividen interim yang akan diterima per saham adalah sekitar Rp145,14.
Jadwal Penting:
Cum Dividen (Pasar Tunai): 2 Januari 2026
Ex Dividen (Pasar Tunai): 5 Januari 2026
Tanggal Pembayaran (Rencana): 15 Januari 2026
Dividen ini menunjukkan komitmen ADRO dalam memberikan imbal hasil yang menarik bagi pemegang saham, dengan yield dividen diperkirakan mencapai sekitar 7,8% berdasarkan harga saham di kisaran Rp1.850/saham.
2. Fokus Ekspansi ke Listrik dan Energi Terbarukan
Alamtri Resources terus menggenjot strategi jangka panjangnya, yang berfokus pada diversifikasi bisnis ke sektor non-batu bara, yaitu listrik dan energi terbarukan.
Tujuan: Ekspansi ini dilakukan dalam rangka transformasi menuju grup pertambangan dan energi terkemuka di Indonesia, selaras dengan komitmen keberlanjutan.
Proyek Utama: ADRO sedang mengebut proyek pembangunan smelter aluminium di kawasan industri hijau terbesar di Kalimantan Utara. Proyek ini merupakan bagian dari upaya perusahaan untuk masuk ke bisnis mineral hilir yang memiliki nilai tambah tinggi.
Kinerja Batu Bara: Meskipun melakukan diversifikasi, bisnis batu bara masih menjadi penopang utama arus kas perusahaan saat ini. Bisnis ini dinilai masih solid berkat volume penjualan yang stabil dan efisiensi biaya.
3. Kinerja Keuangan Kuartal III 2025 dan Efisiensi Biaya
Meskipun menghadapi tekanan harga jual komoditas yang lebih rendah, perusahaan menunjukkan ketahanan operasional:
Laba Bersih 9M 2025: ADRO membukukan laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar US$ 301,59 juta (sekitar Rp5 triliun) dalam periode Januari-September 2025. Angka ini lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun 2024 (US$ 1,18 miliar), yang dipengaruhi oleh normalisasi harga komoditas.
Perbaikan Kuartalan: Namun, laba bersih pada Kuartal III-2025 saja mencapai US$ 126,64 juta, meningkat dari Kuartal II-2025 (US$ 98,24 juta).
Efisiensi Biaya: Perusahaan berhasil menahan tekanan margin melalui efisiensi biaya yang signifikan. Biaya kas (cash cost) turun menjadi sekitar USD54 per ton pada Kuartal III-2025.
4. Pergerakan Saham dan Analisis Analis
Pergerakan Saham (ADRO): Saham ADRO menunjukkan pergerakan yang dinamis di tengah sentimen pasar komoditas. Harga saham ditutup naik tipis pada hari-hari perdagangan terakhir tahun 2025 dan awal 2026, didorong oleh inflow di sektor batu bara dan prospek mineral transisi.
Konsensus Analis: Analis melihat potensi saham ADRO akan menuju level resistance tertentu, didukung oleh volume penjualan yang solid dan fokus ekspansi ke energi terbarukan yang menjadi katalis positif jangka panjang.
Catatan: PT Alamtri Resources Indonesia Tbk adalah nama baru dari PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO). Perubahan nama ini mencerminkan fokus perusahaan yang semakin luas di luar batu bara, mencakup mineral dan energi terbarukan.

0 Komentar
TERIMA KASIH ATAS KOMENTARNYA