Header Ads Widget

Responsive Advertisement

Rais Aam PBNU

 Profil dan Status Terkini Rais Aam PBNU

Informasi terkini dan detail mengenai Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) adalah sebagai berikut:

1. Identitas Rais Aam PBNU Terkini

Jabatan

Pemimpin

Masa Khidmat

Rais Aam PBNU

K.H. Miftachul Akhyar

2021–2026

Ketua Umum PBNU

K.H. Yahya Cholil Staquf

2021–2026

K.H. Miftachul Akhyar (sering disapa Kiai Miftah) adalah pemimpin spiritual tertinggi NU yang terpilih dalam Muktamar ke-34 Nahdlatul Ulama di Lampung.

2. Proses Pemilihan

K.H. Miftachul Akhyar terpilih sebagai Rais Aam PBNU periode 2021–2026 melalui mekanisme Ahlul Halli Wal Aqdi (AHWA).

  • Mekanisme AHWA: AHWA adalah metode pemilihan pemimpin spiritual di NU yang melibatkan sembilan (9) ulama kharismatik yang ditunjuk dan dianggap memiliki otoritas keilmuan dan spiritual. Kesembilan ulama ini kemudian bermusyawarah untuk memilih Rais Aam.

  • Hasil Muktamar: Dalam Muktamar ke-34 yang diselenggarakan pada Desember 2021, Kiai Miftachul Akhyar secara mutlak terpilih oleh anggota AHWA.

3. Tugas dan Kedudukan

Kedudukan Rais Aam PBNU sangat sentral dan memiliki otoritas tertinggi dalam organisasi NU.

Aspek

Deskripsi

Kedudukan

Pemimpin tertinggi yang bersifat spiritual, ideologis, dan syariat (keagamaan). Rais Aam memegang otoritas penuh dalam menentukan arah kebijakan keagamaan dan fatwa organisasi.

Fungsi Utama

Sebagai penentu kebijakan umum organisasi (sebagai pengendali utama), pengawas pelaksanaan keputusan, dan menjaga Khittah Nahdlatul Ulama (garis dasar perjuangan NU).

Hubungan dengan Ketua Umum

Rais Aam dan Ketua Umum (K.H. Yahya Cholil Staquf) adalah dwi-tunggal kepemimpinan. Rais Aam mengendalikan kebijakan syariat, sementara Ketua Umum menjalankan kebijakan eksekutif dan operasional harian organisasi.

4. Aktivitas dan Status Terkini (Pasca-Pemilihan)

Sejak terpilih, K.H. Miftachul Akhyar aktif menjalankan tugasnya, yang umumnya berfokus pada penguatan internal, moralitas, dan keilmuan organisasi.

  • Penyelenggaraan Program Internal: Beliau memimpin pertemuan internal Syuriah (Dewan Penasihat) PBNU untuk membahas isu-isu keagamaan dan kebangsaan, serta mengarahkan pengembangan Lembaga Pendidikan dan Dakwah NU.

  • Kepemimpinan Spiritual: Beliau secara konsisten menekankan pentingnya kembali pada nilai-nilai dasar ajaran Islam yang moderat (Islam Nusantara) dan menjaga harmoni kebangsaan, khususnya dalam konteks tahun-tahun politik atau menjelang Muktamar berikutnya.

  • Penguatan Tradisi: Kiai Miftachul Akhyar juga memegang posisi sebagai pengasuh Pondok Pesantren Miftachus Sunnah, Surabaya, dan terus berkontribusi dalam pendidikan santri.

5. Informasi Tambahan

  • Muktamar Berikutnya: Masa khidmat PBNU saat ini akan berakhir pada tahun 2026. Muktamar NU berikutnya (ke-35) diperkirakan akan diselenggarakan menjelang akhir masa khidmat ini untuk memilih kembali Rais Aam dan Ketua Umum PBNU.

  • Fokus Kepemimpinan: Kepemimpinan Kiai Miftahul Akhyar dan Gus Yahya Staquf dikenal dengan fokus pada transformasi digital NU, penguatan ekonomi umat, serta perluasan pengaruh NU di kancah internasional.

Posting Komentar

0 Komentar