Header Ads Widget

Responsive Advertisement

SOAL VERSI 7 TEKNIK BUBUT KELAS 11

 Petunjuk pengerjaan:

  1. Jawablah setiap soal secara singkat, jelas, dan tepat.
  2. Gunakan istilah teknik pemesinan yang benar.
  3. Untuk soal analisis, sertakan alasan atau tindakan yang tepat.
  4. Utamakan pemahaman konsep, penerapan, keselamatan kerja, dan pemecahan masalah.

VERSI 7 — PEMBUBUTAN MUKA, BERTINGKAT, ALUR, DAN POTONG

Fokus: variasi pekerjaan bubut dan pemilihan metode pengerjaan.

  1. Apa yang dimaksud dengan pembubutan muka (facing)?
  2. Apa tujuan membubut muka pada ujung benda kerja?
  3. Mengapa pembubutan muka dilakukan dengan gerak pahat melintang terhadap sumbu benda?
  4. Apa akibatnya jika permukaan muka tidak tegak lurus terhadap sumbu benda kerja?
  5. Apa yang dimaksud dengan pembubutan bertingkat?
  6. Sebutkan dua contoh komponen mesin yang memiliki bentuk bertingkat.
  7. Mengapa gambar kerja perlu diperiksa sebelum membubut benda bertingkat?
  8. Bagaimana cara menentukan urutan pengerjaan diameter pada benda bertingkat?
  9. Mengapa panjang setiap tingkat harus diukur dengan teliti?
  10. Apa fungsi bahu atau bidang peralihan pada benda bertingkat?
  11. Apa yang dimaksud dengan pembubutan alur?
  12. Sebutkan dua kegunaan alur pada komponen mekanis.
  13. Mengapa lebar pahat alur perlu disesuaikan dengan ukuran alur pada gambar?
  14. Apa akibatnya jika posisi alur tidak sesuai dengan gambar kerja?
  15. Mengapa pahat alur harus dipasang dengan kokoh dan sejajar dengan posisi yang diperlukan?
  16. Apa yang dimaksud dengan proses pemotongan benda kerja (parting-off)?
  17. Apa perbedaan tujuan pembubutan alur dan pemotongan benda kerja?
  18. Mengapa pahat potong memerlukan penyetelan yang tepat terhadap sumbu benda kerja?
  19. Apa risiko jika pahat potong mengalami pembebanan berlebihan?
  20. Mengapa benda kerja yang dipotong harus dijepit dengan aman?
  21. Bagaimana cara mengurangi risiko benda hasil pemotongan terlempar?
  22. Apa yang dimaksud dengan chamfer pada benda hasil bubut?
  23. Apa tujuan membuat chamfer pada tepi benda kerja?
  24. Apa perbedaan chamfer dan pembulatan sudut (radius)?
  25. Mengapa tepi tajam pada benda kerja perlu diperhatikan setelah pemesinan?
  26. Bagaimana cara memeriksa lebar alur menggunakan alat ukur yang sesuai?
  27. Apa yang harus diperiksa jika lebar alur hasil bubut melebihi ukuran gambar?
  28. Mengapa urutan pengerjaan yang tepat dapat mengurangi kesalahan dimensi?
  29. Jika bahu benda bertingkat tidak rata, faktor proses apa saja yang perlu diperiksa?
  30. Bagaimana cara memastikan benda bertingkat memiliki diameter, panjang, dan posisi alur sesuai gambar kerja?


Posting Komentar

0 Komentar