Petunjuk pengerjaan:
- Jawablah setiap soal secara
singkat, jelas, dan tepat.
- Gunakan istilah teknik
pemesinan yang benar.
- Untuk soal analisis,
sertakan alasan atau tindakan yang tepat.
- Utamakan pemahaman konsep,
penerapan, keselamatan kerja, dan pemecahan masalah.
VERSI 7 — PEMBUBUTAN MUKA,
BERTINGKAT, ALUR, DAN POTONG
Fokus:
variasi pekerjaan bubut dan pemilihan metode pengerjaan.
- Apa yang dimaksud dengan
pembubutan muka (facing)?
- Apa tujuan membubut muka
pada ujung benda kerja?
- Mengapa pembubutan muka
dilakukan dengan gerak pahat melintang terhadap sumbu benda?
- Apa akibatnya jika permukaan
muka tidak tegak lurus terhadap sumbu benda kerja?
- Apa yang dimaksud dengan
pembubutan bertingkat?
- Sebutkan dua contoh komponen
mesin yang memiliki bentuk bertingkat.
- Mengapa gambar kerja perlu
diperiksa sebelum membubut benda bertingkat?
- Bagaimana cara menentukan
urutan pengerjaan diameter pada benda bertingkat?
- Mengapa panjang setiap
tingkat harus diukur dengan teliti?
- Apa fungsi bahu atau bidang
peralihan pada benda bertingkat?
- Apa yang dimaksud dengan
pembubutan alur?
- Sebutkan dua kegunaan alur
pada komponen mekanis.
- Mengapa lebar pahat alur
perlu disesuaikan dengan ukuran alur pada gambar?
- Apa akibatnya jika posisi
alur tidak sesuai dengan gambar kerja?
- Mengapa pahat alur harus
dipasang dengan kokoh dan sejajar dengan posisi yang diperlukan?
- Apa yang dimaksud dengan proses
pemotongan benda kerja (parting-off)?
- Apa perbedaan tujuan
pembubutan alur dan pemotongan benda kerja?
- Mengapa pahat potong
memerlukan penyetelan yang tepat terhadap sumbu benda kerja?
- Apa risiko jika pahat potong
mengalami pembebanan berlebihan?
- Mengapa benda kerja yang
dipotong harus dijepit dengan aman?
- Bagaimana cara mengurangi
risiko benda hasil pemotongan terlempar?
- Apa yang dimaksud dengan
chamfer pada benda hasil bubut?
- Apa tujuan membuat chamfer
pada tepi benda kerja?
- Apa perbedaan chamfer dan
pembulatan sudut (radius)?
- Mengapa tepi tajam pada
benda kerja perlu diperhatikan setelah pemesinan?
- Bagaimana cara memeriksa
lebar alur menggunakan alat ukur yang sesuai?
- Apa yang harus diperiksa
jika lebar alur hasil bubut melebihi ukuran gambar?
- Mengapa urutan pengerjaan
yang tepat dapat mengurangi kesalahan dimensi?
- Jika bahu benda bertingkat
tidak rata, faktor proses apa saja yang perlu diperiksa?
- Bagaimana cara memastikan
benda bertingkat memiliki diameter, panjang, dan posisi alur sesuai gambar
kerja?

0 Komentar
TERIMA KASIH ATAS KOMENTARNYA