Mata Pelajaran: Teknik Pemesinan Bubut
Petunjuk
pengerjaan: Pilih satu jawaban yang paling tepat dari pilihan A, B, C, D, atau
E.
A. Soal pilihan ganda
1. Konsep dasar parameter pembubutan
1.
Parameter pembubutan adalah sekumpulan besaran yang digunakan untuk mengatur
proses pemotongan benda kerja agar ....
A. warna
benda kerja menjadi lebih menarik
B. proses
pemesinan berjalan efektif dan menghasilkan kualitas sesuai tuntutan
C. ukuran
benda kerja selalu bertambah besar
D. mesin
dapat bekerja tanpa operator
E. pahat
tidak pernah mengalami keausan
2.
Berikut ini yang termasuk parameter utama dalam proses pembubutan adalah ....
A.
kecepatan potong, kecepatan putaran spindle, dan gerak makan
B. warna
mesin, ukuran lantai, dan bentuk ruangan
C. tinggi
meja, warna coolant, dan panjang kabel
D. jenis
lampu, ukuran pintu, dan kapasitas ruangan
E. warna
pahat, merek mesin, dan bentuk gagang kunci
3.
Kecepatan potong (cutting speed) dalam proses pembubutan menggambarkan ....
A. jarak
perpindahan operator selama bekerja
B.
panjang keseluruhan benda kerja
C.
kecepatan relatif permukaan benda kerja terhadap mata potong pahat
D. waktu
yang diperlukan untuk memasang benda kerja
E. jarak
antara kepala tetap dan kepala lepas
4.
Kecepatan putaran spindle menunjukkan ....
A.
banyaknya gerakan eretan melintang
B. jumlah
putaran spindle dalam satuan waktu
C.
panjang gerakan pahat dalam satu kali pemotongan
D.
kedalaman alur yang dibuat pahat
E.
panjang benda kerja yang tersisa
5. Gerak
makan (feed) pada mesin bubut adalah ....
A.
gerakan pahat untuk mendekati benda kerja tanpa pemotongan
B.
gerakan benda kerja saat dipasang pada cekam
C.
gerakan pahat relatif terhadap benda kerja selama proses pemotongan
D.
gerakan operator mengatur tuas mesin
E.
gerakan kepala lepas untuk mengganti senter
6.
Kedalaman potong (depth of cut) merupakan ....
A. jarak
perpindahan pahat dalam arah radial yang menentukan tebal lapisan material yang
dipotong
B.
panjang total benda kerja sebelum dibubut
C. waktu
yang dibutuhkan untuk mengganti pahat
D. jarak
antara dua senter mesin
E. jumlah
putaran benda kerja selama proses pemotongan
7.
Parameter pembubutan perlu ditentukan sebelum proses pengerjaan karena ....
A.
operator dapat mengabaikan gambar kerja
B. semua
material memiliki sifat yang sama
C. mesin
bubut tidak membutuhkan pemeriksaan
D.
parameter memengaruhi kualitas, waktu pengerjaan, dan umur pahat
E. semua
pahat dapat digunakan pada seluruh jenis material
8. Dalam
kegiatan pembelajaran mendalam, siswa diminta menjelaskan hubungan antara
parameter pemotongan dan kualitas hasil bubut. Tindakan yang paling tepat
adalah ....
A.
menghafalkan nama tuas mesin saja
B.
membandingkan hasil pembubutan dengan variasi parameter yang terkontrol
C.
memilih parameter secara acak tanpa mencatat hasil
D.
menggunakan pahat tumpul untuk semua percobaan
E.
mengabaikan pengukuran benda kerja
2. Kecepatan potong dan putaran spindle
9.
Kecepatan potong pada pembubutan terutama dipengaruhi oleh ....
A. warna
cat mesin dan bentuk cekam
B. ukuran
ruangan bengkel
C.
material benda kerja, material pahat, dan kondisi pemotongan
D. jumlah
siswa di dalam kelas
E. jenis
sepatu keselamatan operator
10. Jika
diameter benda kerja berubah sedangkan kecepatan potong yang ditargetkan tetap,
putaran spindle perlu disesuaikan karena ....
A.
diameter tidak berhubungan dengan putaran spindle
B.
perubahan diameter memengaruhi kecepatan permukaan pada putaran yang sama
C.
putaran spindle hanya ditentukan oleh panjang benda kerja
D.
kecepatan potong hanya dipengaruhi warna pahat
E.
diameter benda kerja tidak memengaruhi proses pemotongan
11. Pada
benda kerja berdiameter lebih besar, jika putaran spindle dipertahankan sama,
kecepatan potong permukaan akan ....
A. selalu
menjadi nol
B. selalu
tidak berubah
C. selalu
lebih rendah
D.
menjadi lebih tinggi
E. tidak
dapat dipengaruhi diameter
12.
Ketika kecepatan potong yang dibutuhkan berada di luar rentang putaran mesin,
operator sebaiknya ....
A.
memilih putaran yang tersedia paling sesuai dan tetap dalam batas aman mesin
serta pahat
B.
memaksakan putaran melebihi kapasitas mesin
C.
melepas pelindung mesin
D.
mengabaikan rekomendasi pahat
E.
meningkatkan gerak makan tanpa pertimbangan
13.
Pemilihan putaran spindle yang terlalu tinggi tanpa mempertimbangkan material
dan jenis pahat dapat menyebabkan ....
A. pahat
menjadi selalu lebih tajam
B. benda
kerja tidak mengalami gesekan
C.
keausan pahat meningkat dan suhu pemotongan berlebihan
D. semua
hasil bubutan otomatis lebih halus
E.
konsumsi energi selalu menjadi nol
14. Pada
mesin bubut konvensional, pemilihan tingkat putaran spindle umumnya dilakukan
dengan ....
A.
mengubah warna roda gigi
B.
mengatur tuas atau sistem pengatur putaran sesuai petunjuk mesin
C.
menekan benda kerja menggunakan tangan
D.
memindahkan benda kerja ketika spindle berputar
E.
mengubah panjang pahat tanpa pengukuran
3. Gerak makan dan kedalaman potong
15.
Pemilihan gerak makan yang tepat harus mempertimbangkan ....
A. bentuk
pakaian operator
B. warna
lantai bengkel
C. jumlah
jendela ruangan
D.
material benda kerja, pahat, kekakuan sistem, dan kualitas permukaan yang
diinginkan
E. merek
alat tulis siswa
16. Gerak
makan yang terlalu besar pada kondisi pemotongan tertentu dapat menyebabkan
....
A.
permukaan selalu menjadi lebih halus
B. gaya
pemotongan meningkat dan kualitas permukaan berpotensi menurun
C. pahat
tidak pernah aus
D. mesin
tidak membutuhkan daya
E. benda
kerja tidak menghasilkan geram
17. Untuk
pekerjaan finishing yang mengutamakan kualitas permukaan, pendekatan yang
umumnya tepat adalah ....
A.
menggunakan pahat tumpul dan gerak makan sembarangan
B.
menghilangkan seluruh pemeriksaan dimensi
C.
memakai kedalaman potong sebesar mungkin
D. mengabaikan
kekakuan pemasangan benda kerja
E.
memilih gerak makan dan kedalaman potong sesuai rekomendasi finishing
18.
Kedalaman potong yang terlalu besar dapat mengakibatkan ....
A. gaya
pemotongan dan beban mesin meningkat
B.
kebutuhan daya selalu berkurang
C. benda
kerja tidak mengalami perubahan bentuk
D. pahat
tidak mengalami tekanan
E.
seluruh geram hilang tanpa pemotongan
19. Dalam
proses pembubutan bertingkat, kedalaman potong perlu direncanakan agar ....
A.
seluruh ukuran dibuat tanpa mengacu gambar kerja
B. benda
kerja dapat dipasang longgar
C.
pengurangan material berlangsung terkendali dan ukuran akhir tercapai
D.
operator tidak perlu memeriksa diameter
E. pahat
selalu bekerja tanpa kontak dengan benda kerja
20.
Seorang siswa menemukan permukaan benda kerja kasar setelah pembubutan. Langkah
analisis yang paling tepat adalah ....
A.
langsung mengganti mesin tanpa pemeriksaan
B.
menambah gerak makan sebanyak mungkin
C.
mengabaikan kondisi mata potong
D.
memeriksa ketajaman pahat, gerak makan, putaran, pemasangan, dan getaran
E.
menghentikan semua kegiatan pengukuran
4. Material, pahat, dan kondisi pemotongan
21.
Material benda kerja memengaruhi penentuan parameter pembubutan karena ....
A.
seluruh material mempunyai kekerasan yang sama
B. setiap
material memiliki sifat mekanis dan karakteristik pemotongan yang berbeda
C.
material hanya menentukan warna geram
D.
material tidak memengaruhi keausan pahat
E.
material hanya berpengaruh pada panjang mesin
22. Pahat
karbida sering digunakan pada kondisi pemotongan tertentu karena ....
A. tidak
dapat mengalami kerusakan
B. tidak
membutuhkan pemasangan yang benar
C. selalu
lebih murah daripada semua jenis pahat
D. tidak
menghasilkan panas saat pemotongan
E. mampu
mempertahankan kekerasan pada suhu tinggi dengan kondisi penggunaan yang sesuai
23. Jika
pahat mengalami keausan yang cepat, tindakan yang paling tepat adalah ....
A.
memeriksa kesesuaian parameter, kondisi pahat, material, dan penggunaan cairan
pemotong bila diperlukan
B.
langsung meningkatkan putaran tanpa analisis
C.
membiarkan pahat terus digunakan sampai patah
D.
mengabaikan kualitas permukaan
E.
memperlonggar semua pengikat mesin
24.
Cairan pemotong pada proses pembubutan dapat berfungsi untuk ....
A.
menggantikan fungsi pencekam benda kerja
B.
menambah diameter benda kerja
C.
membantu pendinginan, pelumasan, atau pengeluaran geram sesuai jenis proses dan
cairan
D.
menghentikan kebutuhan perawatan mesin
E.
menghilangkan kewajiban penggunaan alat pelindung diri
25.
Penggunaan cairan pemotong harus memperhatikan ....
A. warna
seragam operator saja
B. jumlah
kursi di bengkel
C. bentuk
papan tulis
D.
kesesuaian cairan dengan material, pahat, proses, serta petunjuk keselamatan
E. merek
alat ukur saja
26.
Sistem pemasangan benda kerja yang kurang kaku dapat menimbulkan ....
A.
ketelitian yang selalu meningkat
B.
getaran, penyimpangan ukuran, dan kemungkinan bahaya saat pemotongan
C. umur
pahat yang tidak terbatas
D.
permukaan yang selalu sempurna
E.
hilangnya seluruh gaya pemotongan
5. Kualitas hasil dan produktivitas
27. Waktu
pemesinan dalam proses pembubutan berkaitan dengan ....
A. warna
benda kerja
B. bentuk
gagang kunci cekam
C. jumlah
lampu di bengkel
D. ukuran
pintu ruang praktik
E.
panjang lintasan pemotongan, gerak makan, dan kondisi gerak mesin
28.
Apabila target produksi meningkat, operator sebaiknya ....
A.
mengoptimalkan parameter dalam batas aman tanpa mengabaikan kualitas dan umur
pahat
B. selalu
menggunakan putaran tertinggi
C.
menghilangkan tahap pengukuran
D.
melepas pengaman mesin
E.
menggunakan semua parameter tanpa mempertimbangkan material
29.
Hubungan antara produktivitas dan kualitas dalam pembubutan yang paling tepat
adalah ....
A.
produktivitas tinggi selalu menjamin kualitas tinggi
B.
kualitas tidak berhubungan dengan parameter pemotongan
C.
produktivitas perlu ditingkatkan dengan tetap memenuhi toleransi dan
persyaratan permukaan
D. hasil
berkualitas hanya ditentukan warna mesin
E. waktu
pengerjaan tidak perlu dipertimbangkan
30.
Seorang siswa membuat poros yang diameternya harus sesuai toleransi pada gambar
kerja. Hal terpenting dalam menentukan parameter adalah ....
A.
memilih parameter yang sama untuk semua jenis benda kerja
B.
mengutamakan kecepatan tanpa pengukuran
C.
menggunakan pahat yang sudah rusak
D. mempertimbangkan
ketelitian dimensi, kekakuan sistem, kondisi pahat, dan tahap pemotongan
E.
mengabaikan kondisi mesin
6. Analisis masalah dan penerapan deep learning
31. Saat
pembubutan muncul getaran yang cukup kuat. Tindakan awal yang paling tepat
adalah ....
A.
memegang benda kerja dengan tangan saat berputar
B.
menghentikan proses dengan aman, lalu memeriksa pencekaman, overhang pahat, dan
kondisi pemotongan
C.
meningkatkan gerak makan tanpa pemeriksaan
D.
melepas cekam ketika mesin masih berputar
E. melanjutkan
proses karena getaran tidak berpengaruh
32. Dua
siswa membubut material yang sama tetapi memperoleh hasil permukaan berbeda.
Untuk mengetahui penyebabnya, mereka sebaiknya ....
A.
langsung menyimpulkan bahwa salah satu mesin rusak
B. mengubah
semua parameter sekaligus
C.
mengabaikan jenis pahat
D.
membandingkan hasil tanpa mencatat kondisi pengerjaan
E.
mengendalikan variabel percobaan dan membandingkan parameter serta kondisi alat
33. Dalam
kegiatan praktik, siswa ingin mengetahui pengaruh gerak makan terhadap
kekasaran permukaan. Metode yang paling tepat adalah ....
A.
mengubah gerak makan secara terencana sambil mempertahankan faktor lain tetap
terkendali
B.
mengganti material, pahat, putaran, dan gerak makan sekaligus
C.
mengukur hasil hanya berdasarkan penglihatan tanpa prosedur
D.
mengabaikan pencatatan hasil
E.
menggunakan benda kerja dengan ukuran berbeda tanpa alasan
34.
Ketika memilih parameter untuk pekerjaan bubut kasar, tujuan utamanya adalah
....
A.
menghasilkan permukaan akhir terbaik tanpa memperhatikan waktu
B.
menghilangkan seluruh kebutuhan finishing
C.
membuang material secara efisien dengan tetap memperhatikan batas kemampuan
mesin dan pahat
D.
menggunakan gerak makan paling kecil dalam semua kondisi
E.
menghindari semua proses pengukuran
35.
Perbedaan utama tujuan pembubutan kasar dan finishing adalah ....
A.
pembubutan kasar tidak memerlukan pahat
B.
finishing hanya dilakukan tanpa benda kerja berputar
C.
pembubutan kasar tidak membutuhkan parameter
D.
pembubutan kasar berfokus pada penghilangan material, sedangkan finishing
berfokus pada pencapaian ukuran dan kualitas akhir
E.
keduanya selalu menggunakan kondisi pemotongan identik
36.
Seorang siswa ingin meningkatkan umur pahat. Strategi yang paling tepat adalah
....
A.
menggunakan pahat retak selama mungkin
B.
mengikuti rekomendasi parameter, memasang pahat dengan benar, dan memantau
keausan
C. selalu
menaikkan kecepatan potong
D.
mengabaikan material benda kerja
E.
mengurangi kekakuan pemasangan
37.
Mengapa parameter pembubutan tidak boleh ditentukan hanya berdasarkan kebiasaan
operator?
A. Karena
semua mesin bubut memiliki kemampuan yang sama
B. Karena
parameter tidak memiliki pengaruh terhadap hasil
C. Karena
gambar kerja tidak diperlukan
D. Karena
material tidak memengaruhi pemotongan
E. Karena
kondisi mesin, material, pahat, dan tuntutan produk dapat berbeda
38.
Ketika hasil pembubutan tidak sesuai ukuran yang direncanakan, langkah evaluasi
yang tepat adalah ....
A.
memeriksa pengaturan mesin, kondisi pahat, pencekaman, dan hasil pengukuran
sebelum melakukan koreksi
B.
langsung memotong material sebanyak mungkin
C.
mengabaikan toleransi gambar kerja
D.
mengganti semua alat tanpa pemeriksaan
E.
meneruskan produksi tanpa mengukur benda berikutnya
39. Dalam
penerapan budaya kerja industri, pencatatan parameter pembubutan bermanfaat
untuk ....
A.
memperbanyak dokumen tanpa tujuan
B.
menghilangkan kebutuhan instruksi kerja
C.
menjaga konsistensi proses, membantu evaluasi, dan memudahkan pengulangan
pekerjaan
D. menggantikan
seluruh keterampilan operator
E.
memastikan pahat tidak pernah aus
40.
Setelah praktik pembubutan, guru meminta siswa membuat kesimpulan berdasarkan
data hasil pengukuran, kondisi pahat, dan kualitas permukaan. Kegiatan ini
terutama melatih kemampuan ....
A.
menghafal tanpa memahami
B.
bekerja tanpa prosedur
C.
memilih jawaban secara acak
D.
menganalisis bukti, mengevaluasi proses, dan merefleksikan hasil pembelajaran
E.
menghindari tanggung jawab terhadap hasil kerja
0 Komentar
TERIMA KASIH ATAS KOMENTARNYA