Tujuan pembelajaran
Siswa diharapkan mampu:
- Memahami
prinsip dasar pemesinan nonkonvensional dan CNC.
- Membedakan
proses pemesinan konvensional dengan nonkonvensional.
- Mengenali
fungsi mesin CNC, sistem koordinat, kode program, dan alat potong.
- Menganalisis
keselamatan kerja, ketelitian, kualitas produk, serta perawatan mesin.
- Menerapkan
penalaran melalui pernyataan berbasis situasi nyata di bengkel.
Petunjuk pengerjaan: Bacalah setiap pernyataan
dengan teliti. Tuliskan B (Benar) jika pernyataan sesuai dengan konsep teknik
mesin, atau S (Salah) jika pernyataan tidak sesuai. Untuk pembelajaran
mendalam, siswa sebaiknya memberikan alasan singkat pada pernyataan yang
dianggap salah.
VERSI 1 —
Konsep Dasar dan Penerapan Teknik Mesin Non Konvensional serta CNC
A. Dasar-dasar pemesinan
nonkonvensional (1–20)
Lembar jawaban siswa
0/25
terisi
Opsional: gunakan pilihan B/S untuk mengerjakan
latihan secara interaktif. Kunci jawaban resmi tetap disajikan terpisah di
bagian akhir.
1. Pemesinan nonkonvensional menggunakan mekanisme
penghilangan material yang tidak hanya mengandalkan pemotongan mekanis dengan
pahat konvensional.
Benar
Salah
2. Mesin CNC merupakan singkatan dari Computer
Numerical Control.
Benar
Salah
3. Semua proses pemesinan nonkonvensional selalu
menggunakan pahat bubut bermata tunggal.
Benar
Salah
4. Electrical Discharge Machining (EDM)
memanfaatkan energi listrik untuk mengikis material konduktif.
Benar
Salah
5. Proses EDM dapat digunakan untuk mengerjakan
material yang bersifat isolator listrik tanpa perlakuan atau sistem khusus.
Benar
Salah
6. Waterjet cutting menggunakan pancaran air
bertekanan tinggi untuk memotong material.
Benar
Salah
7. Abrasive waterjet menggunakan partikel abrasif
untuk membantu memotong material yang keras.
Benar
Salah
8. Laser cutting menggunakan energi laser untuk
memproses atau memotong material.
Benar
Salah
9. Ultrasonic machining memanfaatkan getaran
berfrekuensi tinggi dan abrasif untuk mengikis material.
Benar
Salah
10. Chemical machining menghilangkan material
melalui reaksi kimia yang terkendali.
Benar
Salah
11. Semua mesin nonkonvensional bekerja tanpa
menggunakan energi listrik.
Benar
Salah
12. EDM cocok untuk berbagai material konduktif,
termasuk baja yang telah dikeraskan.
Benar
Salah
13. Pada EDM, elektroda dan benda kerja harus
selalu bersentuhan langsung saat pengikisan berlangsung.
Benar
Salah
14. Cairan dielektrik digunakan dalam proses EDM
untuk mendukung pelepasan muatan dan membantu membawa serpihan material.
Benar
Salah
15. Pemilihan metode pemesinan harus
mempertimbangkan jenis material, bentuk produk, ketelitian, dan biaya.
Benar
Salah
16. Laser cutting selalu menghasilkan permukaan
yang bebas dari zona terdampak panas.
Benar
Salah
17. Waterjet dapat memotong banyak jenis material
tanpa menghasilkan zona terdampak panas seperti pada proses termal.
Benar
Salah
18. Pemesinan nonkonvensional hanya dapat digunakan
untuk benda kerja berukuran besar.
Benar
Salah
19. Keausan elektroda dapat menjadi salah satu
faktor yang memengaruhi hasil proses EDM.
Benar
Salah
20. Keselamatan operator tidak diperlukan apabila
mesin bekerja secara otomatis.
Benar
Salah
21. CNC dan pemesinan nonkonvensional adalah dua
istilah yang selalu memiliki arti sama.
Benar
Salah
22. Mesin CNC dapat digunakan untuk mengendalikan
gerakan mesin perkakas secara terprogram.
Benar
Salah
23. Mesin CNC hanya dapat menghasilkan benda
berbentuk silinder.
Benar
Salah
24. Program CNC harus sesuai dengan jenis mesin,
sistem kontrol, dan proses yang digunakan.
Benar
Salah
25. Pemeriksaan hasil pemesinan dapat diabaikan
apabila program CNC telah dijalankan tanpa alarm.
Benar
Salah
Catatan: latihan interaktif di atas merupakan
contoh untuk 25 pernyataan pertama. Seluruh 100 soal Versi 1 dan 100 soal Versi
2 tersedia dalam format teks di bawah ini.
B. Komponen dan sistem mesin CNC
(26–45)
- Mesin
CNC dapat menyimpan dan menjalankan instruksi pemesinan melalui program. (BENAR
– SALAH)
- Spindle
pada mesin CNC berfungsi sebagai bagian yang memutar benda kerja atau alat
potong, sesuai jenis mesinnya. (BENAR – SALAH)
- Pada
mesin bubut CNC, chuck dapat digunakan untuk menjepit benda kerja. (BENAR –
SALAH)
- Tool
turret pada mesin bubut CNC dapat menampung beberapa alat potong. (BENAR –
SALAH)
- Semua
mesin CNC menggunakan jenis sistem kontrol yang sama dan memiliki format
program yang identik. (BENAR – SALAH)
- Sumbu
X dan Z umum digunakan pada mesin bubut CNC. (BENAR – SALAH)
- Sumbu
X, Y, dan Z umum digunakan pada mesin frais CNC tiga sumbu. (BENAR –
SALAH)
- Panel
kontrol digunakan operator untuk memasukkan, mengedit, atau menjalankan
program sesuai fasilitas mesin. (BENAR – SALAH)
- Limit
switch atau sistem pembatas gerak dapat membantu mencegah gerakan melewati
batas yang ditentukan. (BENAR – SALAH)
- Sistem
pelumasan berfungsi mengurangi gesekan pada bagian mesin yang
memerlukannya. (BENAR – SALAH)
- Sistem
pendingin pada mesin perkakas dapat membantu mengendalikan panas dan
mendukung proses pemotongan. (BENAR – SALAH)
- Motor
penggerak tidak memiliki pengaruh terhadap pergerakan sumbu mesin CNC. (BENAR
– SALAH)
- Sistem
umpan balik pada mesin CNC tertentu membantu memantau posisi atau gerakan
sumbu. (BENAR – SALAH)
- Emergency
stop digunakan untuk menghentikan mesin dalam kondisi darurat. (BENAR –
SALAH)
- Emergency
stop boleh digunakan sebagai pengganti prosedur mematikan mesin secara
normal setiap saat. (BENAR – SALAH)
- Rumah
mesin atau pelindung area kerja membantu mengurangi risiko terkena
serpihan dan cairan pemotong. (BENAR – SALAH)
- Pintu
pelindung mesin boleh dibuka ketika spindle sedang berputar agar hasil
pemotongan lebih mudah dilihat. (BENAR – SALAH)
- Penjepitan
benda kerja yang kuat membantu mencegah benda kerja bergeser ketika
diproses. (BENAR – SALAH)
- Panjang
alat potong dan posisi benda kerja tidak perlu diperhatikan saat melakukan
pengaturan mesin. (BENAR – SALAH)
- Sebelum
menjalankan program, operator perlu memeriksa kondisi mesin, benda kerja,
alat potong, dan pengaturan yang relevan. (BENAR – SALAH)
C. Dasar pemrograman CNC (46–65)
- G-code
umumnya digunakan untuk memberikan instruksi gerakan dan proses kepada
mesin CNC. (BENAR – SALAH)
- M-code
umumnya digunakan untuk fungsi tambahan mesin, bergantung pada sistem
kontrol. (BENAR – SALAH)
- G00
umumnya digunakan untuk gerakan cepat tanpa pemotongan terprogram. (BENAR –
SALAH)
- G01
umumnya digunakan untuk gerakan lurus dengan gerak makan terprogram. (BENAR
– SALAH)
- G02
dan G03 lazim digunakan untuk interpolasi melingkar searah dan berlawanan arah jarum jam, dengan konvensi yang
bergantung pada bidang dan sistem kontrol. (BENAR – SALAH)
- Kode
G00 selalu digunakan untuk menghasilkan permukaan akhir yang paling halus.
(BENAR – SALAH)
- Satuan
koordinat program dapat ditetapkan dalam milimeter atau inci sesuai
pengaturan kontrol. (BENAR – SALAH)
- G21
lazim digunakan untuk menetapkan satuan metrik pada banyak sistem CNC. (BENAR
– SALAH)
- G20
lazim digunakan untuk menetapkan satuan inci pada banyak sistem CNC. (BENAR
– SALAH)
- G90
umumnya berkaitan dengan pemrograman koordinat absolut pada banyak sistem
kontrol. (BENAR – SALAH)
- G91
umumnya berkaitan dengan pemrograman koordinat inkremental pada banyak
sistem kontrol. (BENAR – SALAH)
- Koordinat
absolut mengacu pada titik referensi koordinat yang ditetapkan, sedangkan
koordinat inkremental mengacu pada perpindahan dari posisi sebelumnya. (BENAR
– SALAH)
- Semua
kode CNC memiliki arti yang persis sama pada setiap merek dan jenis mesin.
(BENAR – SALAH)
- Program
CNC tidak perlu diperiksa karena kesalahan kode tidak dapat menyebabkan
tabrakan. (BENAR – SALAH)
- Simulasi
program dapat membantu menemukan potensi kesalahan sebelum pemesinan
dilakukan. (BENAR – SALAH)
- Tool
offset dapat digunakan untuk mengoreksi data posisi atau dimensi alat
potong sesuai sistem kontrol. (BENAR – SALAH)
- Work
offset digunakan untuk menghubungkan koordinat program dengan titik
referensi benda kerja. (BENAR – SALAH)
- Baris
program CNC dapat berisi informasi gerakan, kecepatan, pemakanan, atau
fungsi lain sesuai format kontrol. (BENAR – SALAH)
- Operator
boleh mengabaikan alarm kontrol apabila mesin masih dapat bergerak. (BENAR
– SALAH)
- Program
perlu diverifikasi berdasarkan manual mesin dan prosedur kerja yang
berlaku. (BENAR – SALAH)
D. Proses kerja dan pengukuran
(66–85)
- Gambar
kerja menjadi acuan dalam menentukan dimensi dan bentuk benda yang akan
dibuat. (BENAR – SALAH)
- Pemilihan
alat potong harus mempertimbangkan material benda kerja dan jenis operasi.
(BENAR – SALAH)
- Kecepatan
potong, putaran spindle, dan gerak makan dapat memengaruhi hasil
pemesinan. (BENAR – SALAH)
- Semakin
tinggi putaran spindle, hasil pemesinan pasti selalu semakin baik. (BENAR –
SALAH)
- Pemakanan
yang tidak sesuai dapat menyebabkan permukaan kasar atau alat potong cepat
aus. (BENAR – SALAH)
- Kaliper
atau jangka sorong dapat digunakan untuk mengukur dimensi tertentu sesuai
kemampuan alatnya. (BENAR – SALAH)
- Mikrometer
luar dapat digunakan untuk mengukur diameter atau ketebalan luar dengan
ketelitian lebih tinggi daripada jangka sorong pada penggunaan yang
sesuai. (BENAR – SALAH)
- Alat
ukur boleh digunakan tanpa memastikan kondisi dan titik nolnya. (BENAR –
SALAH)
- Toleransi
menunjukkan batas penyimpangan ukuran yang diperbolehkan pada gambar
kerja. (BENAR – SALAH)
- Kekasaran
permukaan merupakan salah satu aspek kualitas hasil pemesinan. (BENAR –
SALAH)
- Benda
kerja yang terlihat mengilap pasti memenuhi seluruh toleransi gambar
kerja. (BENAR – SALAH)
- Pengukuran
hasil pemesinan perlu dilakukan dengan metode dan alat ukur yang sesuai. (BENAR
– SALAH)
- Geram atau serpihan hasil pemotongan
boleh dibersihkan menggunakan tangan ketika spindle berputar. (BENAR –
SALAH)
- Benda
kerja harus dijepit sesuai prosedur sebelum pemesinan dimulai. (BENAR –
SALAH)
- Pemilihan
titik nol benda kerja yang keliru dapat menyebabkan posisi pemotongan
tidak sesuai. (BENAR – SALAH)
- Pemotongan
percobaan dapat membantu memeriksa kesesuaian ukuran sebelum produksi
berlanjut. (BENAR – SALAH)
- Pemeriksaan
dimensi tidak diperlukan apabila benda kerja diproduksi dalam jumlah
banyak. (BENAR – SALAH)
- Penggantian
alat potong dapat diperlukan ketika alat aus atau tidak lagi menghasilkan
kualitas yang disyaratkan. (BENAR – SALAH)
- Cairan
pemotong selalu harus digunakan pada semua operasi CNC tanpa
mempertimbangkan proses dan rekomendasi alat. (BENAR – SALAH)
- Dokumentasi
hasil pemeriksaan membantu menjaga konsistensi kualitas produksi. (BENAR –
SALAH)
E. Keselamatan, perawatan, dan
analisis masalah (86–100)
- Operator
harus menggunakan alat pelindung diri sesuai risiko dan ketentuan bengkel.
(BENAR – SALAH)
- Rambut
panjang dan pakaian longgar harus dibiarkan menjuntai dekat spindle yang
berputar. (BENAR – SALAH)
- Sebelum
melakukan penyetelan di area berbahaya, operator harus mengikuti prosedur
penghentian dan pengamanan mesin. (BENAR – SALAH)
- Mesin
yang mengeluarkan bunyi tidak normal sebaiknya diperiksa sesuai prosedur
sebelum pekerjaan dilanjutkan. (BENAR – SALAH)
- Perawatan
preventif dilakukan untuk membantu mengurangi risiko kerusakan dan
gangguan operasi. (BENAR – SALAH)
- Pemeriksaan
tingkat pelumas merupakan salah satu kegiatan perawatan yang dapat
diperlukan. (BENAR – SALAH)
- Debu
dan geram yang menumpuk boleh dibiarkan karena tidak mungkin memengaruhi
kinerja mesin. (BENAR – SALAH)
- Pemeriksaan
kabel, konektor, dan komponen listrik harus dilakukan oleh personel yang
kompeten sesuai prosedur keselamatan. (BENAR – SALAH)
- Kesalahan
pemasangan benda kerja dapat menimbulkan risiko kerusakan alat, mesin, dan
benda kerja. (BENAR – SALAH)
- Tombol
emergency stop boleh diuji secara sembarangan ketika mesin sedang
menjalankan produksi. (BENAR – SALAH)
- Ketika
terjadi tabrakan atau alarm serius, operator harus menghentikan tindakan
yang tidak aman dan mengikuti prosedur pemeriksaan. (BENAR – SALAH)
- Efisiensi
produksi hanya ditentukan oleh kecepatan mesin, bukan oleh kualitas,
keselamatan, atau waktu penyetelan. (BENAR – SALAH)
- Analisis
penyebab masalah membantu mencegah kesalahan serupa terjadi kembali. (BENAR
– SALAH)
- Operator
harus membaca manual mesin saat menghadapi fungsi yang belum dipahami. (BENAR
– SALAH)
- Kerja
sama, ketelitian, tanggung jawab, dan disiplin merupakan bagian penting
dari kompetensi operator CNC. (BENAR – SALAH)

0 Komentar
TERIMA KASIH ATAS KOMENTARNYA