Header Ads Widget

Responsive Advertisement

SOAL VERSI 1 BENAR SALAH TEKNIK MESIN NON KONVENSIONAL / CNC KELAS 11

 Tujuan pembelajaran

Siswa diharapkan mampu:

  • Memahami prinsip dasar pemesinan nonkonvensional dan CNC.
  • Membedakan proses pemesinan konvensional dengan nonkonvensional.
  • Mengenali fungsi mesin CNC, sistem koordinat, kode program, dan alat potong.
  • Menganalisis keselamatan kerja, ketelitian, kualitas produk, serta perawatan mesin.
  • Menerapkan penalaran melalui pernyataan berbasis situasi nyata di bengkel.

Petunjuk pengerjaan: Bacalah setiap pernyataan dengan teliti. Tuliskan B (Benar) jika pernyataan sesuai dengan konsep teknik mesin, atau S (Salah) jika pernyataan tidak sesuai. Untuk pembelajaran mendalam, siswa sebaiknya memberikan alasan singkat pada pernyataan yang dianggap salah.

VERSI 1 — Konsep Dasar dan Penerapan Teknik Mesin Non Konvensional serta CNC

A. Dasar-dasar pemesinan nonkonvensional (1–20)

Lembar jawaban siswa

0/25 terisi

Opsional: gunakan pilihan B/S untuk mengerjakan latihan secara interaktif. Kunci jawaban resmi tetap disajikan terpisah di bagian akhir.

1. Pemesinan nonkonvensional menggunakan mekanisme penghilangan material yang tidak hanya mengandalkan pemotongan mekanis dengan pahat konvensional.

Benar

Salah

2. Mesin CNC merupakan singkatan dari Computer Numerical Control.

Benar

Salah

3. Semua proses pemesinan nonkonvensional selalu menggunakan pahat bubut bermata tunggal.

Benar

Salah

4. Electrical Discharge Machining (EDM) memanfaatkan energi listrik untuk mengikis material konduktif.

Benar

Salah

5. Proses EDM dapat digunakan untuk mengerjakan material yang bersifat isolator listrik tanpa perlakuan atau sistem khusus.

Benar

Salah

6. Waterjet cutting menggunakan pancaran air bertekanan tinggi untuk memotong material.

Benar

Salah

7. Abrasive waterjet menggunakan partikel abrasif untuk membantu memotong material yang keras.

Benar

Salah

8. Laser cutting menggunakan energi laser untuk memproses atau memotong material.

Benar

Salah

9. Ultrasonic machining memanfaatkan getaran berfrekuensi tinggi dan abrasif untuk mengikis material.

Benar

Salah

10. Chemical machining menghilangkan material melalui reaksi kimia yang terkendali.

Benar

Salah

11. Semua mesin nonkonvensional bekerja tanpa menggunakan energi listrik.

Benar

Salah

12. EDM cocok untuk berbagai material konduktif, termasuk baja yang telah dikeraskan.

Benar

Salah

13. Pada EDM, elektroda dan benda kerja harus selalu bersentuhan langsung saat pengikisan berlangsung.

Benar

Salah

14. Cairan dielektrik digunakan dalam proses EDM untuk mendukung pelepasan muatan dan membantu membawa serpihan material.

Benar

Salah

15. Pemilihan metode pemesinan harus mempertimbangkan jenis material, bentuk produk, ketelitian, dan biaya.

Benar

Salah

16. Laser cutting selalu menghasilkan permukaan yang bebas dari zona terdampak panas.

Benar

Salah

17. Waterjet dapat memotong banyak jenis material tanpa menghasilkan zona terdampak panas seperti pada proses termal.

Benar

Salah

18. Pemesinan nonkonvensional hanya dapat digunakan untuk benda kerja berukuran besar.

Benar

Salah

19. Keausan elektroda dapat menjadi salah satu faktor yang memengaruhi hasil proses EDM.

Benar

Salah

20. Keselamatan operator tidak diperlukan apabila mesin bekerja secara otomatis.

Benar

Salah

21. CNC dan pemesinan nonkonvensional adalah dua istilah yang selalu memiliki arti sama.

Benar

Salah

22. Mesin CNC dapat digunakan untuk mengendalikan gerakan mesin perkakas secara terprogram.

Benar

Salah

23. Mesin CNC hanya dapat menghasilkan benda berbentuk silinder.

Benar

Salah

24. Program CNC harus sesuai dengan jenis mesin, sistem kontrol, dan proses yang digunakan.

Benar

Salah

25. Pemeriksaan hasil pemesinan dapat diabaikan apabila program CNC telah dijalankan tanpa alarm.

Benar

Salah

Catatan: latihan interaktif di atas merupakan contoh untuk 25 pernyataan pertama. Seluruh 100 soal Versi 1 dan 100 soal Versi 2 tersedia dalam format teks di bawah ini.

B. Komponen dan sistem mesin CNC (26–45)

  1. Mesin CNC dapat menyimpan dan menjalankan instruksi pemesinan melalui program. (BENAR – SALAH)
  2. Spindle pada mesin CNC berfungsi sebagai bagian yang memutar benda kerja atau alat potong, sesuai jenis mesinnya. (BENAR – SALAH)
  3. Pada mesin bubut CNC, chuck dapat digunakan untuk menjepit benda kerja. (BENAR – SALAH)
  4. Tool turret pada mesin bubut CNC dapat menampung beberapa alat potong. (BENAR – SALAH)
  5. Semua mesin CNC menggunakan jenis sistem kontrol yang sama dan memiliki format program yang identik. (BENAR – SALAH)
  6. Sumbu X dan Z umum digunakan pada mesin bubut CNC. (BENAR – SALAH)
  7. Sumbu X, Y, dan Z umum digunakan pada mesin frais CNC tiga sumbu. (BENAR – SALAH)
  8. Panel kontrol digunakan operator untuk memasukkan, mengedit, atau menjalankan program sesuai fasilitas mesin. (BENAR – SALAH)
  9. Limit switch atau sistem pembatas gerak dapat membantu mencegah gerakan melewati batas yang ditentukan. (BENAR – SALAH)
  10. Sistem pelumasan berfungsi mengurangi gesekan pada bagian mesin yang memerlukannya. (BENAR – SALAH)
  11. Sistem pendingin pada mesin perkakas dapat membantu mengendalikan panas dan mendukung proses pemotongan. (BENAR – SALAH)
  12. Motor penggerak tidak memiliki pengaruh terhadap pergerakan sumbu mesin CNC. (BENAR – SALAH)
  13. Sistem umpan balik pada mesin CNC tertentu membantu memantau posisi atau gerakan sumbu. (BENAR – SALAH)
  14. Emergency stop digunakan untuk menghentikan mesin dalam kondisi darurat. (BENAR – SALAH)
  15. Emergency stop boleh digunakan sebagai pengganti prosedur mematikan mesin secara normal setiap saat. (BENAR – SALAH)
  16. Rumah mesin atau pelindung area kerja membantu mengurangi risiko terkena serpihan dan cairan pemotong. (BENAR – SALAH)
  17. Pintu pelindung mesin boleh dibuka ketika spindle sedang berputar agar hasil pemotongan lebih mudah dilihat. (BENAR – SALAH)
  18. Penjepitan benda kerja yang kuat membantu mencegah benda kerja bergeser ketika diproses. (BENAR – SALAH)
  19. Panjang alat potong dan posisi benda kerja tidak perlu diperhatikan saat melakukan pengaturan mesin. (BENAR – SALAH)
  20. Sebelum menjalankan program, operator perlu memeriksa kondisi mesin, benda kerja, alat potong, dan pengaturan yang relevan. (BENAR – SALAH)

C. Dasar pemrograman CNC (46–65)

  1. G-code umumnya digunakan untuk memberikan instruksi gerakan dan proses kepada mesin CNC. (BENAR – SALAH)
  2. M-code umumnya digunakan untuk fungsi tambahan mesin, bergantung pada sistem kontrol. (BENAR – SALAH)
  3. G00 umumnya digunakan untuk gerakan cepat tanpa pemotongan terprogram. (BENAR – SALAH)
  4. G01 umumnya digunakan untuk gerakan lurus dengan gerak makan terprogram. (BENAR – SALAH)
  5. G02 dan G03 lazim digunakan untuk interpolasi melingkar searah dan berlawanan  arah jarum jam, dengan konvensi yang bergantung pada bidang dan sistem kontrol. (BENAR – SALAH)
  6. Kode G00 selalu digunakan untuk menghasilkan permukaan akhir yang paling halus. (BENAR – SALAH)
  7. Satuan koordinat program dapat ditetapkan dalam milimeter atau inci sesuai pengaturan kontrol. (BENAR – SALAH)
  8. G21 lazim digunakan untuk menetapkan satuan metrik pada banyak sistem CNC. (BENAR – SALAH)
  9. G20 lazim digunakan untuk menetapkan satuan inci pada banyak sistem CNC. (BENAR – SALAH)
  10. G90 umumnya berkaitan dengan pemrograman koordinat absolut pada banyak sistem kontrol. (BENAR – SALAH)
  11. G91 umumnya berkaitan dengan pemrograman koordinat inkremental pada banyak sistem kontrol. (BENAR – SALAH)
  12. Koordinat absolut mengacu pada titik referensi koordinat yang ditetapkan, sedangkan koordinat inkremental mengacu pada perpindahan dari posisi sebelumnya. (BENAR – SALAH)
  13. Semua kode CNC memiliki arti yang persis sama pada setiap merek dan jenis mesin. (BENAR – SALAH)
  14. Program CNC tidak perlu diperiksa karena kesalahan kode tidak dapat menyebabkan tabrakan. (BENAR – SALAH)
  15. Simulasi program dapat membantu menemukan potensi kesalahan sebelum pemesinan dilakukan. (BENAR – SALAH)
  16. Tool offset dapat digunakan untuk mengoreksi data posisi atau dimensi alat potong sesuai sistem kontrol. (BENAR – SALAH)
  17. Work offset digunakan untuk menghubungkan koordinat program dengan titik referensi benda kerja. (BENAR – SALAH)
  18. Baris program CNC dapat berisi informasi gerakan, kecepatan, pemakanan, atau fungsi lain sesuai format kontrol. (BENAR – SALAH)
  19. Operator boleh mengabaikan alarm kontrol apabila mesin masih dapat bergerak. (BENAR – SALAH)
  20. Program perlu diverifikasi berdasarkan manual mesin dan prosedur kerja yang berlaku. (BENAR – SALAH)

D. Proses kerja dan pengukuran (66–85)

  1. Gambar kerja menjadi acuan dalam menentukan dimensi dan bentuk benda yang akan dibuat. (BENAR – SALAH)
  2. Pemilihan alat potong harus mempertimbangkan material benda kerja dan jenis operasi. (BENAR – SALAH)
  3. Kecepatan potong, putaran spindle, dan gerak makan dapat memengaruhi hasil pemesinan. (BENAR – SALAH)
  4. Semakin tinggi putaran spindle, hasil pemesinan pasti selalu semakin baik. (BENAR – SALAH)
  5. Pemakanan yang tidak sesuai dapat menyebabkan permukaan kasar atau alat potong cepat aus. (BENAR – SALAH)
  6. Kaliper atau jangka sorong dapat digunakan untuk mengukur dimensi tertentu sesuai kemampuan alatnya. (BENAR – SALAH)
  7. Mikrometer luar dapat digunakan untuk mengukur diameter atau ketebalan luar dengan ketelitian lebih tinggi daripada jangka sorong pada penggunaan yang sesuai. (BENAR – SALAH)
  8. Alat ukur boleh digunakan tanpa memastikan kondisi dan titik nolnya. (BENAR – SALAH)
  9. Toleransi menunjukkan batas penyimpangan ukuran yang diperbolehkan pada gambar kerja. (BENAR – SALAH)
  10. Kekasaran permukaan merupakan salah satu aspek kualitas hasil pemesinan. (BENAR – SALAH)
  11. Benda kerja yang terlihat mengilap pasti memenuhi seluruh toleransi gambar kerja. (BENAR – SALAH)
  12. Pengukuran hasil pemesinan perlu dilakukan dengan metode dan alat ukur yang sesuai. (BENAR – SALAH)
  13.  Geram atau serpihan hasil pemotongan boleh dibersihkan menggunakan tangan ketika spindle berputar. (BENAR – SALAH)
  14. Benda kerja harus dijepit sesuai prosedur sebelum pemesinan dimulai. (BENAR – SALAH)
  15. Pemilihan titik nol benda kerja yang keliru dapat menyebabkan posisi pemotongan tidak sesuai. (BENAR – SALAH)
  16. Pemotongan percobaan dapat membantu memeriksa kesesuaian ukuran sebelum produksi berlanjut. (BENAR – SALAH)
  17. Pemeriksaan dimensi tidak diperlukan apabila benda kerja diproduksi dalam jumlah banyak. (BENAR – SALAH)
  18. Penggantian alat potong dapat diperlukan ketika alat aus atau tidak lagi menghasilkan kualitas yang disyaratkan. (BENAR – SALAH)
  19. Cairan pemotong selalu harus digunakan pada semua operasi CNC tanpa mempertimbangkan proses dan rekomendasi alat. (BENAR – SALAH)
  20. Dokumentasi hasil pemeriksaan membantu menjaga konsistensi kualitas produksi. (BENAR – SALAH)

E. Keselamatan, perawatan, dan analisis masalah (86–100)

  1. Operator harus menggunakan alat pelindung diri sesuai risiko dan ketentuan bengkel. (BENAR – SALAH)
  2. Rambut panjang dan pakaian longgar harus dibiarkan menjuntai dekat spindle yang berputar. (BENAR – SALAH)
  3. Sebelum melakukan penyetelan di area berbahaya, operator harus mengikuti prosedur penghentian dan pengamanan mesin. (BENAR – SALAH)
  4. Mesin yang mengeluarkan bunyi tidak normal sebaiknya diperiksa sesuai prosedur sebelum pekerjaan dilanjutkan. (BENAR – SALAH)
  5. Perawatan preventif dilakukan untuk membantu mengurangi risiko kerusakan dan gangguan operasi. (BENAR – SALAH)
  6. Pemeriksaan tingkat pelumas merupakan salah satu kegiatan perawatan yang dapat diperlukan. (BENAR – SALAH)
  7. Debu dan geram yang menumpuk boleh dibiarkan karena tidak mungkin memengaruhi kinerja mesin. (BENAR – SALAH)
  8. Pemeriksaan kabel, konektor, dan komponen listrik harus dilakukan oleh personel yang kompeten sesuai prosedur keselamatan. (BENAR – SALAH)
  9. Kesalahan pemasangan benda kerja dapat menimbulkan risiko kerusakan alat, mesin, dan benda kerja. (BENAR – SALAH)
  10. Tombol emergency stop boleh diuji secara sembarangan ketika mesin sedang menjalankan produksi. (BENAR – SALAH)
  11. Ketika terjadi tabrakan atau alarm serius, operator harus menghentikan tindakan yang tidak aman dan mengikuti prosedur pemeriksaan. (BENAR – SALAH)
  12. Efisiensi produksi hanya ditentukan oleh kecepatan mesin, bukan oleh kualitas, keselamatan, atau waktu penyetelan. (BENAR – SALAH)
  13. Analisis penyebab masalah membantu mencegah kesalahan serupa terjadi kembali. (BENAR – SALAH)
  14. Operator harus membaca manual mesin saat menghadapi fungsi yang belum dipahami. (BENAR – SALAH)
  15. Kerja sama, ketelitian, tanggung jawab, dan disiplin merupakan bagian penting dari kompetensi operator CNC. (BENAR – SALAH)


Posting Komentar

0 Komentar