Berdasarkan rilis dokumen Epstein Files Transparency Act (EFTA) pada 30 Januari hingga 4 Februari 2026, rincian mengenai keterkaitan Jeffrey Epstein dengan Indonesia (khususnya Bali) telah menjadi fokus utama media internasional dan nasional.
Berikut adalah informasi paling akurat, detail, dan terbaru mengenai isi dokumen tersebut terkait Indonesia:
1. Statistik dan Bukti Visual "Bali"
Dokumen setebal 3,5 juta halaman tersebut menyebut kata kunci "Indonesia" sebanyak 902 kali. Temuan paling spesifik mencakup:
Katalog Foto "Clinton Far East": Ditemukan folder foto dengan kode file EFTA00004477 yang berisi puluhan foto thumbnail dengan nama file seperti "Bali09.JPG" hingga "Bali50.JPG". Foto-foto ini menampilkan lanskap Bali, termasuk pantai, pura, dan arsitektur lokal.
Latihan Kelompok (Training Exercise): Salah satu foto memiliki keterangan eksplisit: "Before a group/gang training exercise in Bali" (Sebelum latihan kelompok/geng di Bali). Dokumen ini juga mencantumkan alamat di Bali yang sebagian datanya telah disensor oleh Departemen Kehakiman AS (DOJ).
2. Jaringan Ekspatriat dan Bisnis di Bali
Dokumen mengungkap bahwa Bali bukan sekadar destinasi wisata bagi Epstein, melainkan bagian dari jaringan operasional atau sosialnya:
Logistik dan Pengiriman Barang: Sebagian besar penyebutan nama Indonesia berkaitan dengan catatan administratif seperti invoice pengiriman barang, korespondensi mengenai perekrutan staf domestik, dan logistik perjalanan.
Perusahaan dan Pengusaha: Media mencatat adanya nama-nama pengusaha (baik lokal maupun ekspatriat) yang tercantum dalam daftar kontak atau log perjalanan. Namun, para ahli hukum menekankan bahwa munculnya nama dalam dokumen ini tidak serta-merta menunjukkan keterlibatan dalam tindak pidana, melainkan bisa berupa hubungan bisnis atau sosial biasa.
Kaitan dengan Ubiquiti: Muncul laporan mengenai keterkaitan antara perusahaan teknologi Ubiquiti (milik miliarder Robert Pera) dengan aset-aset yang terhubung ke pulau pribadi Epstein, di mana entitas bisnis terkait juga memiliki jejak operasional di wilayah Asia Tenggara.
3. Topik Rahasia: Simulasi Pandemi dan Teknologi
Dalam korespondensi yang melibatkan nama-nama besar seperti Bill Gates (yang disapa dengan sebutan "Bill"), terungkap bahwa Epstein mendiskusikan lima topik utama, di mana beberapa di antaranya memiliki referensi lokasi di Asia:
Simulasi Pandemi (2017): Dokumen menunjukkan bahwa pada tahun 2017 (tiga tahun sebelum COVID-19), Epstein sudah mendiskusikan spesifikasi teknis untuk pelacakan strain pandemi.
Senjata Neuroteknologi: Terdapat catatan mengenai riset teknologi saraf yang dikembangkan melalui jaringan pendanaan filantropi "gelap" yang menjangkau berbagai negara.
Daftar Temuan Kunci (Februari 2026)
| Kategori | Detail Temuan |
| Frekuensi Nama | Indonesia disebut 902 kali; Bali muncul secara spesifik di ratusan berkas. |
| Bukti Foto | Katalog foto "Clinton Far East" yang mendokumentasikan perjalanan di Bali. |
| Aktivitas | Referensi ke "training exercise" dan pengiriman barang internasional ke/dari RI. |
| Status Hukum | Hingga kini, belum ada pejabat aktif RI yang terbukti terlibat secara kriminal. |
4. Dampak Terkini di Indonesia
Reaksi Publik: Di media sosial (seperti X), topik "Epstein" dan "Bali" menjadi tren global. Banyak warganet yang menuntut investigasi terhadap lokasi-lokasi spesifik di Bali yang disebut dalam dokumen.
Klarifikasi Otoritas: Penegak hukum internasional mengingatkan agar publik tetap mengedepankan praduga tak bersalah, karena banyak nama muncul hanya sebagai catatan administratif atau referensi tidak langsung dalam kesaksian pihak ketiga.
Situasi Terkini (5 Februari 2026): Departemen Kehakiman AS sempat menarik kembali ribuan dokumen dari situs publik mereka karena adanya "kegagalan penyensoran" yang membocorkan data pribadi korban. Namun, salinan digital berkas "902 rujukan Indonesia" sudah terlanjur beredar di kalangan jurnalis investigasi.

0 Komentar
TERIMA KASIH ATAS KOMENTARNYA