Header Ads Widget

Responsive Advertisement

SOAL TEKNIK BUBUT KOMPLEKS KLS 12

 A. Soal Pilihan Ganda

Bagian 1 — Bubut Bertingkat dan Bubut Tirus

1. Seorang siswa kelas XII mendapat tugas membuat poros bertingkat dengan diameter awal Ø30 mm. Pada bagian sepanjang 40 mm, diameter harus diperkecil menjadi Ø24 mm. Agar hasil pengerjaan sesuai gambar, tindakan yang paling tepat adalah ....

A. Membubut seluruh permukaan hingga Ø24 mm
B. Membubut bagian sepanjang 40 mm hingga Ø24 mm dan mempertahankan bagian lainnya sesuai gambar
C. Memotong benda kerja sepanjang 40 mm
D. Membuat alur pada seluruh permukaan poros
E. Menggerinda benda kerja tanpa proses pembubutan

2. Dalam pembuatan poros bertingkat, seorang siswa menemukan bahwa panjang bahu tidak sesuai gambar kerja. Penyebab yang paling mungkin adalah ....

A. Penggunaan cairan pendingin terlalu banyak
B. Warna benda kerja berubah setelah dibubut
C. Kesalahan menentukan posisi pahat atau membaca ukuran panjang
D. Kecepatan putaran selalu terlalu rendah
E. Benda kerja memiliki permukaan yang mengilap

3. Sebuah poros memiliki diameter besar Ø40 mm dan diameter kecil Ø25 mm. Bagian diameter kecil harus memiliki panjang 50 mm. Jika panjang total poros 120 mm, panjang bagian diameter besar adalah ....

A. 50 mm
B. 60 mm
C. 65 mm
D. 70 mm
E. 80 mm

4. Siswa diminta membuat permukaan tirus dari diameter besar Ø30 mm menjadi diameter kecil Ø20 mm sepanjang 60 mm. Selisih diameter kedua ujung tirus tersebut adalah ....

A. 5 mm
B. 10 mm
C. 15 mm
D. 20 mm
E. 25 mm

5. Pada proses pembubutan tirus, hasil benda kerja menunjukkan diameter ujung yang lebih kecil tidak sesuai ukuran gambar. Langkah pemeriksaan yang paling tepat adalah ....

A. Langsung menambah kecepatan putaran maksimum
B. Mengurangi panjang benda kerja tanpa pengukuran
C. Mengganti semua komponen mesin
D. Memeriksa pengaturan sudut atau metode pembubutan tirus serta mengukur kembali diameter ujung
E. Menghilangkan seluruh tanda ukuran pada gambar

6. Sebuah poros tirus memiliki diameter besar 36 mm, diameter kecil 24 mm, dan panjang tirus 80 mm. Sudut setengah tirus terhadap sumbu benda kerja dihitung menggunakan rumus (\tan \alpha=(D-d)/(2L)). Nilai sudut setengah tirus yang paling mendekati adalah ....

A. 2,15°
B. 4,29°
C. 8,53°
D. 12,00°
E. 15,00°

7. Pada mesin bubut konvensional, metode yang dapat digunakan untuk membuat tirus pendek dengan sudut tertentu adalah ....

A. Menggunakan cekam bor tanpa pahat
B. Menggunakan pahat kartel untuk membentuk seluruh tirus
C. Menggeser kepala lepas untuk setiap jenis pekerjaan
D. Menggunakan pahat potong sebagai pengganti semua pahat
E. Memutar eretan atas sesuai sudut yang diperlukan, jika rentang dan konstruksi mesin memungkinkan

8. Saat membubut poros bertingkat, siswa menemukan adanya sudut tajam pada peralihan diameter yang tidak diperbolehkan oleh gambar kerja. Tindakan yang benar adalah ....

A. Membuat radius atau chamfer sesuai spesifikasi gambar
B. Membiarkan sudut tajam pada semua bagian
C. Mengurangi diameter seluruh poros
D. Memotong benda kerja menjadi dua bagian
E. Menambah panjang benda kerja tanpa pengukuran

Bagian 2 — Bubut Ulir

9. Seorang siswa akan membuat ulir luar metrik M20 × 2,5. Angka 2,5 pada penandaan tersebut menunjukkan ....

A. Diameter inti ulir sebesar 2,5 mm
B. Panjang keseluruhan benda kerja
C. Jarak aksial antara dua puncak ulir yang berdekatan sebesar 2,5 mm
D. Kedalaman ulir sebesar 2,5 cm
E. Jumlah puncak ulir dalam satu milimeter

10. Pada saat membuat ulir luar, siswa menggunakan pahat ulir yang sudutnya tidak sesuai dengan profil ulir yang diminta. Akibat yang paling mungkin adalah ....

A. Panjang benda kerja otomatis bertambah
B. Putaran mesin berubah menjadi nol
C. Diameter benda kerja tidak dapat diukur
D. Profil ulir tidak sesuai dan pasangan ulir dapat sulit dipasang
E. Semua permukaan benda kerja menjadi tirus

11. Pembuatan ulir pada mesin bubut membutuhkan sinkronisasi antara putaran spindel dan gerak memanjang pahat. Komponen yang berperan penting dalam mengatur gerak tersebut pada mesin bubut konvensional adalah ....

A. Pompa pendingin saja
B. Sistem roda gigi pengganti atau gearbox dan poros transportir sesuai jenis penggeraknya
C. Lampu penerangan mesin
D. Tuas pengunci kepala lepas saja
E. Pelindung sabuk penggerak

12. Siswa membuat ulir metrik dengan kisar 1,5 mm. Apabila pahat harus bergerak sejauh 15 mm secara aksial mengikuti kisar ulir, jumlah kisar yang terbentuk secara teoritis adalah ....

A. 5 kisar
B. 8 kisar
C. 9 kisar
D. 12 kisar
E. 10 kisar

13. Pada proses pembubutan ulir, siswa mengembalikan pahat ke posisi awal tanpa memperhatikan sinkronisasi gerak ulir. Risiko utama tindakan tersebut adalah ....

A. Pahat dapat menyimpang dari alur ulir yang telah terbentuk
B. Diameter benda kerja selalu bertambah
C. Ulir otomatis berubah menjadi ulir kiri
D. Panjang benda kerja menjadi dua kali lipat
E. Putaran spindel selalu meningkat

14. Sebelum membuat ulir luar M16 × 2, siswa harus menyiapkan diameter awal benda kerja mendekati ukuran nominal yang sesuai praktik pembubutan ulir. Tindakan yang paling tepat adalah ....

A. Membuat diameter awal sebesar 25 mm tanpa pengukuran
B. Membuat diameter awal lebih besar daripada diameter nominal secara berlebihan
C. Menyiapkan diameter mendekati ukuran nominal dengan mempertimbangkan toleransi dan rekomendasi proses
D. Membuat benda kerja berbentuk persegi
E. Menghilangkan seluruh bagian silinder

15. Pada pemeriksaan ulir, baut hasil bubut terasa terlalu longgar saat dipasangkan dengan mur yang sesuai. Pemeriksaan yang paling relevan adalah ....

A. Warna cat pada kepala baut
B. Panjang kabel mesin
C. Kondisi lampu bengkel
D. Diameter efektif, profil, dan kisar ulir menggunakan alat pemeriksaan yang sesuai
E. Berat pahat yang digunakan

16. Untuk mengurangi risiko kerusakan puncak ulir pada awal proses pembubutan ulir luar, siswa sebaiknya ....

A. Membuat benda kerja tidak tercekam
B. Membuat chamfer awal sesuai gambar dan menggunakan prosedur pemakanan yang benar
C. Memegang benda kerja dengan tangan ketika spindel berputar
D. Menggunakan pahat potong untuk seluruh proses
E. Mengabaikan pemeriksaan pahat

Bagian 3 — Bubut Alur, Chamfer, Kartel, dan Pemotongan

17. Sebuah poros berdiameter Ø25 mm harus dibuat alur selebar 5 mm dengan diameter dasar Ø19 mm. Kedalaman radial alur yang diperlukan adalah ....

A. 2 mm
B. 2,5 mm
C. 3 mm
D. 5 mm
E. 6 mm

18. Saat membuat alur sempit, pahat mengalami getaran dan permukaan alur menjadi kasar. Salah satu tindakan perbaikan yang paling tepat adalah ....

A. Memperpanjang juluran pahat sebanyak mungkin
B. Menambah tekanan pahat secara tiba-tiba
C. Memastikan pahat terpasang kaku, juluran minimum, dan parameter pemotongan sesuai
D. Membiarkan pahat longgar
E. Mengukur alur ketika spindel masih berputar

19. Fungsi utama chamfer pada ujung poros adalah ....

A. Mengubah seluruh diameter menjadi lebih besar
B. Menambah panjang benda kerja
C. Menggantikan seluruh proses pengukuran
D. Membuat ujung benda kerja bersudut miring untuk menghilangkan tepi tajam dan membantu pemasangan
E. Membuat benda kerja otomatis menjadi ulir

20. Gambar kerja menetapkan chamfer 1 × 45°. Arti ukuran tersebut pada praktik umum adalah ....

A. Panjang benda kerja 1 mm dan diameter 45 mm
B. Chamfer dengan ukuran linear 1 mm dan sudut 45° sesuai konvensi gambar
C. Diameter benda kerja 1 mm
D. Sudut putaran spindel sebesar 1°
E. Panjang benda kerja 45 mm

21. Kartel pada poros dikerjakan untuk menghasilkan permukaan bertekstur yang membantu pegangan. Proses tersebut pada umumnya dilakukan menggunakan ....

A. Pahat ulir segitiga
B. Mata bor senter
C. Pahat potong tipis
D. Pisau frais modul
E. Roda kartel yang ditekan pada permukaan benda kerja

22. Ketika melakukan kartel, siswa melihat permukaan menjadi rusak karena pola kartel saling bertumpuk secara tidak teratur. Penyebab yang perlu diperiksa adalah ....

A. Pemilihan roda kartel, pengaturan awal, tekanan, dan parameter proses
B. Warna meja kerja
C. Nomor kelas siswa
D. Panjang kabel listrik komputer
E. Jenis alat tulis yang digunakan

23. Pada proses pemotongan benda kerja di mesin bubut, pahat potong dipasang terlalu tinggi terhadap sumbu benda kerja. Kondisi ini dapat menyebabkan ....

A. Benda kerja selalu bertambah panjang
B. Ulir otomatis terbentuk
C. Proses pemotongan terganggu dan risiko pahat tersangkut meningkat
D. Diameter benda kerja menjadi nol sebelum dipotong
E. Mesin tidak membutuhkan pencekaman

24. Siswa hendak memotong benda kerja dari batang yang menonjol cukup panjang dari cekam. Sebelum pemotongan, tindakan paling aman adalah ....

A. Meninggalkan mesin dalam keadaan berputar
B. Memegang bagian yang menonjol dengan tangan
C. Mempercepat putaran tanpa perhitungan
D. Memastikan pencekaman kokoh, juluran terkendali, dan penyangga digunakan jika diperlukan
E. Melepaskan pelindung mesin

Bagian 4 — Pengeboran dan Pembuatan Lubang

25. Pada pembuatan poros berlubang, siswa akan mengebor lubang awal pada benda kerja yang telah dicekam di mesin bubut. Urutan yang paling tepat adalah ....

A. Mengebor terlebih dahulu sebelum memastikan benda kerja tercekam
B. Memastikan pencekaman aman, membuat lubang senter bila diperlukan, kemudian mengebor secara bertahap sesuai prosedur
C. Mengukur lubang ketika mata bor berputar
D. Menggunakan tangan untuk menahan mata bor
E. Memasang mata bor secara miring tanpa pemeriksaan

26. Lubang hasil pengeboran pada mesin bubut tidak berada tepat di tengah benda kerja. Penyebab yang paling mungkin adalah ....

A. Warna mata bor terlalu gelap
B. Panjang benda kerja terlalu pendek untuk semua kondisi
C. Diameter luar selalu terlalu kecil
D. Cairan pendingin terlalu jernih
E. Lubang senter, keselarasan kepala lepas, atau kondisi pemasangan mata bor bermasalah

27. Untuk memperbesar lubang yang telah dibor agar mencapai diameter dan kualitas tertentu, operasi yang dapat dipilih sesuai kebutuhan adalah ....

A. Membubut dalam menggunakan boring bar yang sesuai
B. Melakukan kartel pada bagian luar
C. Membuat chamfer luar saja
D. Memotong semua bahu poros
E. Membubut tirus pada bagian luar tanpa mengerjakan lubang

28. Pada proses membubut dalam, batang pahat terlalu panjang menjulur dari dudukannya sehingga permukaan lubang bergetar. Perbaikan yang tepat adalah ....

A. Menambah juluran pahat tanpa batas
B. Menambah tekanan secara mendadak
C. Mengurangi juluran pahat dan memastikan kekakuan sistem sesuai kedalaman lubang
D. Melepaskan benda kerja dari cekam saat berputar
E. Mengabaikan suara getaran

Bagian 5 — Perhitungan Parameter Pemotongan

29. Sebuah benda kerja berdiameter 40 mm dibubut dengan kecepatan potong 30 m/menit. Gunakan rumus (n=1000V_c/(\pi D)). Putaran spindel teoritis yang paling mendekati adalah ....

A. 120 rpm
B. 180 rpm
C. 239 rpm
D. 300 rpm
E. 450 rpm

30. Benda kerja berdiameter 50 mm akan dibubut dengan putaran spindel 400 rpm. Kecepatan potong yang paling mendekati adalah ....

A. 31,4 m/menit
B. 42,5 m/menit
C. 50,0 m/menit
D. 62,8 m/menit
E. 78,5 m/menit

31. Seorang siswa menggunakan kecepatan potong yang terlalu tinggi untuk material dan pahat yang digunakan. Gejala yang mungkin muncul adalah ....

A. Semua ukuran otomatis tepat
B. Keausan pahat meningkat dan suhu pemotongan dapat menjadi berlebihan
C. Benda kerja tidak mengalami pemotongan
D. Kisar ulir berubah tanpa pengaturan
E. Diameter benda kerja menjadi tidak terbatas

32. Pada pembubutan lurus, panjang pemakanan 80 mm, kecepatan pemakanan 0,2 mm/putaran, dan putaran spindel 500 rpm. Waktu pemotongan teoritis tanpa memperhitungkan pendekatan dan waktu tambahan adalah ....

A. 0,4 menit
B. 0,6 menit
C. 0,8 menit
D. 1,0 menit
E. 1,5 menit

33. Seorang siswa hendak mengurangi diameter batang dari Ø30 mm menjadi Ø24 mm dengan satu kali pemakanan radial. Jika pembubutan dilakukan merata dan tidak mempertimbangkan pemakanan bertahap, kedalaman potong radialnya adalah ....

A. 1 mm
B. 2 mm
C. 2,5 mm
D. 3 mm
E. 6 mm

34. Mengapa kedalaman potong dan pemakanan harus dipilih sesuai material, pahat, mesin, dan kekakuan benda kerja?

A. Agar semua mesin selalu berputar pada kecepatan maksimum
B. Agar pengukuran tidak perlu dilakukan
C. Untuk menjaga kestabilan proses, kualitas permukaan, umur pahat, dan ketelitian dimensi
D. Agar benda kerja tidak perlu dicekam
E. Untuk menghilangkan kebutuhan gambar kerja

Bagian 6 — Alat Ukur, Toleransi, dan Pengendalian Kualitas

35. Gambar kerja menetapkan diameter poros Ø25,00 ±0,05 mm. Rentang diameter yang dapat diterima adalah ....

A. 24,50–25,50 mm
B. 24,95–25,05 mm
C. 24,90–25,10 mm
D. 25,00–25,50 mm
E. 24,00–25,00 mm

36. Hasil pengukuran diameter poros adalah 24,92 mm, sedangkan batas minimum yang diizinkan pada gambar adalah 24,95 mm. Kesimpulan yang benar adalah ....

A. Ukuran memenuhi toleransi karena mendekati 25 mm
B. Ukuran selalu dapat diterima setelah dicat
C. Tidak diperlukan pengukuran ulang
D. Diameter harus langsung diperbesar dengan palu
E. Ukuran berada di bawah batas minimum dan tidak memenuhi toleransi

37. Alat yang paling tepat untuk mengukur diameter luar poros dengan ketelitian lebih tinggi daripada jangka sorong, jika rentang dan resolusinya sesuai, adalah ....

A. Mikrometer luar
B. Mistar kayu
C. Busur derajat biasa
D. Meteran gulung
E. Penggaris plastik

38. Seorang siswa mengukur benda kerja yang masih berputar untuk menghemat waktu. Mengapa tindakan ini tidak dibenarkan?

A. Karena ukuran benda kerja selalu berubah warna
B. Karena semua alat ukur tidak dapat mengukur diameter
C. Karena hasil pengukuran pasti terlalu besar
D. Karena berisiko menyebabkan kecelakaan dan alat ukur tersangkut pada benda kerja
E. Karena mesin akan otomatis berhenti selamanya

39. Pada pemeriksaan poros bertingkat, diameter telah sesuai, tetapi panjang salah satu tingkat melebihi toleransi. Tindakan terbaik adalah ....

A. Mengabaikan kesalahan karena diameter sudah tepat
B. Memeriksa kembali datum dan metode pengukuran panjang, lalu mengevaluasi apakah koreksi masih memungkinkan
C. Menambah diameter seluruh poros
D. Mengubah semua ukuran pada gambar kerja tanpa persetujuan
E. Menyatakan benda kerja pasti lulus

40. Permukaan hasil bubut terlihat bergelombang dan memiliki bekas getaran berulang. Langkah analisis yang paling tepat adalah ....

A. Mengganti alat ukur dengan alat tulis
B. Mengubah warna benda kerja
C. Memeriksa kekakuan pencekaman, juluran pahat, kondisi pahat, dan parameter pemotongan
D. Mengabaikan getaran selama mesin masih hidup
E. Menambah panjang benda kerja tanpa alasan

Bagian 7 — Pemilihan Pahat, Keselamatan, dan Pemecahan Masalah

41. Untuk membubut baja karbon dengan mesin bubut konvensional, pemilihan pahat harus mempertimbangkan ....

A. Warna gagang pahat saja
B. Harga pahat saja
C. Nama pembuat gambar kerja saja
D. Ukuran meja bengkel saja
E. Material benda kerja, material pahat, geometri pahat, serta kondisi pemotongan

42. Sebelum memulai pembubutan kompleks, siswa menemukan kunci cekam masih terpasang. Tindakan yang benar adalah ....

A. Melepaskan kunci cekam sebelum menyalakan mesin
B. Menyalakan mesin dengan putaran maksimum
C. Membiarkan kunci cekam terpasang selama pemotongan
D. Menahan kunci cekam dengan tangan ketika spindel berputar
E. Memulai pembubutan sambil mengukur benda kerja

43. Serpihan logam panjang terbentuk selama pembubutan dan berpotensi membahayakan operator. Tindakan yang paling tepat adalah ....

A. Menarik serpihan dengan tangan ketika mesin berjalan
B. Meniup serpihan ke arah wajah
C. Membiarkan serpihan melilit benda kerja
D. Menghentikan mesin sebelum membersihkan dengan alat yang sesuai serta mengevaluasi pemecahan geram dan parameter pemotongan
E. Menggunakan kain longgar untuk menyeka serpihan saat berputar

44. Seorang siswa harus membuat poros dengan toleransi ketat dan beberapa tingkat diameter. Strategi pengerjaan yang paling baik adalah ....

A. Menyelesaikan seluruh proses tanpa mengukur
B. Membuat urutan operasi, menetapkan datum, menyisakan allowance finishing jika diperlukan, dan memeriksa ukuran pada tahap penting
C. Menggunakan pahat apa saja tanpa pemeriksaan
D. Memotong benda kerja sebelum membaca gambar
E. Mengukur hanya setelah benda kerja selesai dan tidak dapat dikoreksi

45. Pada proses finishing, siswa memperoleh permukaan kasar walaupun diameter sudah sesuai. Tindakan perbaikan yang tepat adalah ....

A. Memperbesar diameter kembali tanpa alasan
B. Mengurangi panjang benda kerja
C. Mengevaluasi ketajaman pahat, pemakanan finishing, kecepatan potong, dan kestabilan sistem
D. Menghilangkan semua toleransi
E. Memasang pahat dengan posisi tidak sejajar

46. Siswa menemukan bahwa benda kerja mengalami perubahan ukuran setelah dilepas dari cekam. Salah satu kemungkinan penyebabnya adalah ....

A. Benda kerja tidak memiliki massa
B. Diameter nominal tidak pernah dapat berubah
C. Semua alat ukur salah
D. Gambar kerja tidak boleh digunakan
E. Tegangan akibat pencekaman atau pemotongan menyebabkan perubahan bentuk setelah gaya dilepaskan

47. Pada pembuatan poros panjang dengan diameter relatif kecil, risiko pembengkokan selama pemotongan perlu dikendalikan. Peralatan tambahan yang dapat digunakan sesuai kondisi mesin adalah ....

A. Penyangga tetap atau penyangga jalan yang dipasang dan disetel dengan benar
B. Palu untuk menahan poros ketika berputar
C. Kunci cekam yang dibiarkan menempel
D. Penggaris plastik sebagai penyangga
E. Kain yang dililitkan pada poros

48. Dalam pembelajaran berbasis proyek, kelompok siswa memperoleh hasil poros yang tidak memenuhi toleransi. Sikap yang paling sesuai dengan pembelajaran mendalam adalah ....

A. Menyembunyikan hasil pengukuran
B. Menyalahkan kelompok lain tanpa bukti
C. Mengubah hasil pengukuran agar terlihat benar
D. Menganalisis penyebab, membandingkan data dengan gambar, melakukan perbaikan, dan merefleksikan proses
E. Menghentikan pembelajaran tanpa evaluasi

49. Seorang siswa membaca gambar kerja poros dengan urutan operasi: facing, bubut kasar, bubut finishing, pembuatan alur, lalu pemeriksaan akhir. Mengapa pemeriksaan dimensi sebaiknya juga dilakukan pada tahap-tahap penting sebelum proses berlanjut?

A. Agar jumlah soal praktik bertambah
B. Untuk mendeteksi penyimpangan lebih awal sehingga koreksi dapat dilakukan sebelum benda kerja selesai
C. Agar pahat lebih cepat aus
D. Untuk menggantikan semua prosedur keselamatan
E. Agar gambar kerja tidak perlu dibaca

50. Sebuah poros untuk komponen mesin harus memenuhi diameter, panjang, profil alur, dan kualitas permukaan. Setelah pengerjaan, diameter sesuai tetapi alur terlalu lebar dan chamfer tidak sesuai gambar. Keputusan pengendalian kualitas yang paling tepat adalah ....

A. Meluluskan produk karena diameter merupakan satu-satunya ukuran penting
B. Mengabaikan alur dan chamfer karena tidak memengaruhi fungsi apa pun
C. Memeriksa semua karakteristik terhadap gambar dan toleransi, mendokumentasikan ketidaksesuaian, lalu menentukan tindakan koreksi yang aman dan memungkinkan
D. Mengubah gambar setelah produk selesai tanpa persetujuan
E. Menyatakan semua produk bubut pasti memenuhi syarat




Posting Komentar

0 Komentar