Header Ads Widget

Responsive Advertisement

Pengunduran Diri Ade Armando dari PSI

Pengunduran Diri Ade Armando dari PSI

Pada hari Selasa, 5 Mei 2026, pegiat media sosial dan akademisi Ade Armando secara resmi mengumumkan pengunduran dirinya dari keanggotaan Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Pengumuman ini disampaikan langsung melalui konferensi pers yang digelar di Kantor DPP PSI, Jakarta Pusat.

1. Kronologi Pengunduran Diri

Ade Armando menyatakan telah menyerahkan surat pengunduran diri secara resmi kepada pimpinan PSI. Ketua Harian DPP PSI, Ahmad Ali, mengonfirmasi bahwa partai telah menerima keputusan tersebut sejak Senin malam (4/5/2026) setelah melalui diskusi mendalam.


2. Alasan Utama Mundur

Berdasarkan pernyataan resminya, terdapat beberapa alasan krusial di balik keputusan ini:

  • Menghindari Beban bagi Partai: Ade merasa dirinya terus-menerus menjadi "sasaran tembak" akibat pernyataan-pernyataannya di media sosial. Ia tidak ingin polemik pribadi yang melibatkannya berdampak buruk pada elektabilitas dan citra PSI menjelang persiapan Pemilu 2029.

  • Tanggung Jawab Pribadi: Ade menekankan bahwa konten-konten yang ia buat (terutama di kanal Cokro TV) adalah hasil kerja jurnalistik pribadinya dan tidak pernah dikonsultasikan atau diperintahkan oleh pimpinan PSI. Dengan mundur, ia ingin menegaskan bahwa segala konsekuensi hukum adalah tanggung jawabnya sendiri.

  • Kasus Hukum Video Jusuf Kalla (JK): Pemicu utama yang paling baru adalah pelaporan Ade Armando ke Bareskrim Polri oleh aliansi 40 Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) Islam. Ia dituduh melakukan provokasi dan ujaran kebencian terkait video komentarnya terhadap mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla.

  • Adanya Ancaman Boikot terhadap PSI: Ade mengungkapkan adanya surat-surat dari kelompok tertentu yang mengancam tidak akan mendukung PSI selama Ade Armando masih menjadi kader di dalam partai tersebut.

3. Sikap Resmi PSI

Meskipun menyayangkan kehilangan tokoh penting, PSI menyatakan menerima pengunduran diri tersebut dengan alasan:

  • Menghargai Kebebasan Berpendapat: PSI ingin menjaga marwah partai sekaligus memberikan ruang bagi Ade Armando untuk berjuang secara independen tanpa terikat posisi politik partai.

  • Kaitan dengan Presiden Jokowi: Muncul kekhawatiran bahwa serangan terhadap Ade akan terus ditarik-tarik untuk menyerang Presiden Jokowi, mengingat hubungan dekat PSI dengan lingkaran kekuasaan saat ini.

4. Klarifikasi Terkait Tuduhan Hukum

Dalam konferensi persnya, Ade Armando memberikan beberapa poin pembelaan:

  • Ia membantah telah melakukan penodaan agama atau penghasutan.

  • Ia menyatakan siap jika harus dipertemukan dengan Jusuf Kalla untuk berdialog.

  • Ia bersedia meminta maaf kepada umat Islam atau Nasrani jika ada yang merasa tersinggung, namun ia tetap bersikeras bahwa dirinya tidak pernah berniat mengadu domba.

5. Dampak ke Depan

Mundurnya Ade Armando menandai akhir dari perjalanannya di partai pimpinan Kaesang Pangarep tersebut setelah bergabung sejak tahun 2022. Ade menyatakan akan kembali fokus pada dunia akademisi dan kegiatan jurnalistik independen tanpa beban label partai politik.

Sumber Informasi: Disarikan dari laporan Antara News, Kompas, CNN Indonesia, dan Detikcom per 5-6 Mei 2026.

Posting Komentar

0 Komentar