Header Ads Widget

Responsive Advertisement

Aktivitas Erupsi Gunung Dukono, Maluku Utara

 Aktivitas Erupsi Gunung Dukono, Maluku Utara

Gunung Dukono yang terletak di Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara, terus menunjukkan aktivitas vulkanik yang fluktuatif namun intens dalam beberapa hari terakhir. Sebagai salah satu gunung api paling aktif di Indonesia, Dukono saat ini berada dalam pengawasan ketat oleh PVMBG (Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi).

1. Status Aktivitas dan Visual Terkini

Berdasarkan pengamatan dari Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Dukono di Desa Mamuya:

  • Status: Level II (Waspada).

  • Tinggi Kolom Abu: Letusan terbaru menghasilkan kolom abu vulkanik dengan ketinggian berkisar antara 500 hingga 1.000 meter di atas puncak (sekitar 1.587 - 2.087 meter di atas permukaan laut).

  • Warna Abu: Abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal, condong tertiup angin ke arah Timur Laut dan Timur.

  • Suara Dentuman: Teramati suara gemuruh dan dentuman lemah hingga sedang yang terdengar sampai di Pos Pengamatan.



2. Data Kegempaan (Update 24 Jam Terakhir)

Aktivitas kegempaan menunjukkan suplai magma yang masih berlangsung:

  • Gempa Letusan: Tercatat puluhan kali kejadian gempa letusan dengan amplitudo dominan 4-30 mm.

  • Tremor Menerus: Gempa tremor menerus terekam dengan amplitudo 0.5-4 mm (dominan 2 mm), yang menandakan aktivitas pengeluaran gas dan abu yang berkelanjutan.

3. Dampak Wilayah dan Transportasi

Erupsi ini memberikan dampak langsung pada lingkungan sekitar:

  • Hujan Abu: Wilayah terdampak hujan abu tipis meliputi beberapa desa di Kecamatan Galela dan Tobelo Utara. Warga diimbau menggunakan masker untuk menghindari infeksi saluran pernapasan (ISPA).

  • Penerbangan: Bandara Galela terus memantau pergerakan abu vulkanik melalui VONA (Volcano Observatory Notice for Aviation). Hingga saat ini, kode warna penerbangan berada pada tingkat Orange, yang berarti aktivitas erupsi berpotensi membahayakan penerbangan jika abu masuk ke jalur lintasan pesawat.

4. Rekomendasi Keamanan dari PVMBG

Mengingat karakter Gunung Dukono yang sering meletus secara tiba-tiba, pihak berwenang mengeluarkan instruksi berikut:

  1. Zona Bahaya: Masyarakat dan wisatawan dilarang keras melakukan aktivitas, mendaki, atau mendekati Kawah Malupang Warirang dalam radius 3 kilometer dari puncak.

  2. Perlindungan Diri: Masyarakat di sekitar Gunung Dukono disarankan untuk selalu menyediakan masker penutup hidung dan mulut guna menghindari bahaya abu vulkanik pada sistem pernapasan.

  3. Waspada Lahar: Mengingat curah hujan yang cukup tinggi di wilayah Maluku Utara, warga yang tinggal di sekitar aliran sungai yang berhulu di Gunung Dukono diminta waspada terhadap potensi ancaman bahaya lahar dingin.

5. Koordinasi Pemerintah Daerah

BPBD Halmahera Utara telah menyiagakan personel di titik-titik rawan dan mendistribusikan masker kepada warga terdampak. Koordinasi dengan instansi terkait terus dilakukan untuk memastikan jalur evakuasi tetap terbuka jika terjadi peningkatan status sewaktu-waktu.

Sumber: PVMBG, MAGMA Indonesia, dan Laporan Pos PGA Dukono (Update Mei 2026).

Posting Komentar

0 Komentar