Panduan Amalan Jumat Terakhir Bulan Rajab
Amalan ini didasarkan pada ijazah dan tradisi para ulama, khususnya di kalangan nahdiyyin dan ulama Timur Tengah, yang bertujuan sebagai wasilah (perantara) memohon kepada Allah SWT agar diberikan keberkahan rezeki dan kecukupan finansial sepanjang tahun.
1. Amalan Utama: Membaca Doa Saat Khutbah Jumat
Amalan yang paling masyhur adalah membaca kalimat berikut sebanyak 35 kali saat khatib sedang berada di atas mimbar (khususnya saat jeda di antara dua khutbah).
Teks Arab: Ø£َØْÙ…َدُ رَسُÙˆْÙ„ُ اللهِ ، Ù…ُØَÙ…َّدٌ رَسُÙˆْÙ„ُ اللهِ
Teks Latin: Ahmad Rasûlullâh, Muhammad Rasûlullâh.
Artinya: "Ahmad adalah utusan Allah, Muhammad adalah utusan Allah."
Ketentuan Amalan:
Waktu: Dibaca saat khatib duduk di antara dua khutbah. Jika tidak sempat karena durasi duduk khatib yang singkat, dibaca saat khatib sedang menyampaikan khutbah kedua namun tetap dengan menjaga kekhusyukan dan tidak berbicara dengan orang lain.
Jumlah: 35 kali.
Keutamaan: Para ulama menyebutkan bahwa siapa saja yang mengamalkannya pada Jumat terakhir bulan Rajab, maka tangannya tidak akan kosong dari uang (rezekinya akan dicukupkan) di sepanjang tahun tersebut.
2. Memperbanyak Sholawat dan Sayyidul Istighfar
Mengingat hari Jumat adalah Sayyidul Ayyam (pemimpin hari), memperbanyak sholawat di bulan suci Rajab memiliki pahala yang berlipat ganda.
Bacaan Sayyidul Istighfar:
"Ya Allah, Engkau adalah Tuhanku, tidak ada Tuhan selain Engkau. Engkau yang menciptakan aku dan aku adalah hamba-Mu..."
3. Shalat Sunnah Mutlak atau Shalat Tasbih
Dianjurkan untuk menghidupkan malam Jumat atau siang harinya dengan shalat sunnah. Shalat Tasbih sangat dianjurkan untuk dilakukan di bulan-bulan mulia seperti Rajab guna memohon ampunan atas segala dosa.
4. Sedekah Jumat
Bersedekah di hari Jumat terakhir bulan Rajab memiliki nilai historis dan spiritual yang kuat. Sedekah diniatkan untuk menghormati bulan haram dan sebagai penutup amal baik di bulan Rajab sebelum memasuki bulan Syaban.
5. Doa Penutup Bulan Rajab
Dianjurkan membaca doa yang sering dipanjatkan sejak awal Rajab:
Allahumma barik lana fi Rajaba wa Sha’bana wa ballighna Ramadhana. "Ya Allah, berkahilah kami di bulan Rajab dan Syaban, dan sampaikanlah kami pada bulan Ramadan."
Dasar Hukum dan Tradisi
Amalan Ahmad Rasulullah Muhammad Rasulullah 35 kali ini tertera dalam kitab-kitab ulama, salah satunya disebutkan dalam kitab Kanzun Najah was Surur karya Syeikh Abdul Hamid bin Muhammad Ali Kudus. Beliau mengutip bahwa amalan ini merupakan ijazah dari para guru besar untuk menjaga stabilitas ekonomi dan keberkahan hidup.
Catatan Penting: Amalan ini adalah bentuk doa dan ikhtiar batin. Harus tetap dibarengi dengan ikhtiar lahir (bekerja keras) dan keyakinan penuh bahwa Allah SWT adalah satu-satunya pemberi rezeki.

0 Komentar
TERIMA KASIH ATAS KOMENTARNYA