Header Ads Widget

Responsive Advertisement

Bencana Longsor dan Banjir di Sibolga dan Tapanuli Tengah (26 November 2025)

 Update Lengkap Bencana Longsor dan Banjir di Sibolga dan Tapanuli Tengah (26 November 2025)

Bencana banjir bandang dan tanah longsor melanda Kota Sibolga dan Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) setelah hujan ekstrem yang terjadi selama dua hari berturut-turut. Dampak paling parah terjadi pada korban jiwa, kerusakan infrastruktur, dan terputusnya akses komunikasi serta transportasi.

1. Korban Jiwa dan Hilang

  • Korban Meninggal Dunia: Total korban meninggal dunia di Kota Sibolga dan Tapanuli Tengah dilaporkan mencapai minimal 10 orang (berdasarkan data gabungan dari berbagai wilayah terdampak di Sumut, dengan 4-6 korban di antaranya di Sibolga dan Tapteng). Di Tapteng, empat warga dari satu keluarga di Desa Mardame, Kecamatan Sitahuis, dilaporkan tewas tertimbun longsor.

  • Korban Hilang: Tim SAR gabungan masih melakukan pencarian terhadap beberapa warga yang dilaporkan hilang, terutama yang tertimbun material longsor di beberapa titik rawan di Sibolga.


2. Titik Terdampak dan Kerusakan Material di Sibolga

Kota Sibolga menjadi salah satu wilayah dengan dampak terburuk, terutama karena longsor terjadi di daerah perbukitan yang padat penduduk.

Kecamatan

Kelurahan Terdampak Longsor/Banjir

Detail Kerusakan

Sibolga Utara

Angin Nauli, Simare-mare, Sibolga Hilir, Hutabarangan, Huta Tonga, Sibual-buali

Longsor di 6 titik besar (misalnya: Tangga Seratus, Bukit Aido, Belakang SMPN 5). Banyak rumah rusak berat/tertimpa longsor (sekitar 17 unit di Sibolga), termasuk ruko dan fasilitas umum.

Sibolga Selatan

Parombunan, Aek Mani, Aek Muara Pinang, Aek Habil

Akses jalan terputus, rumah terendam banjir.

Sibolga Kota

Pasar Belakang, Pasar Baru, Pancuran Gerobak

Genangan banjir di area padat penduduk. Kantor Pengadilan Negeri Sibolga juga dilaporkan dilanda banjir.

3. Gangguan Infrastruktur dan Akses

  • Akses Jalan Terputus: Akses utama jalan nasional menuju Sibolga dari Tapanuli Tengah (Tapteng) dan sebaliknya dilaporkan masih terputus total akibat tertutup material longsor dan amblasnya badan jalan. Salah satu titik parah adalah Jalan A.R. Surbakti (Jalan Sipan-Sihaporas) di Sibuluan Nauli, Tapteng, yang amblas sepanjang 20-25 meter.

  • Jaringan Telekomunikasi dan Listrik: Sejak Selasa (25/11), jaringan telekomunikasi (seluler dan internet) di Sibolga dan Tapteng sempat lumpuh total karena tiang listrik tumbang dan gardu tergenang, yang juga memicu pemadaman meluas. Upaya pemulihan terus dilakukan.

4. Penanganan dan Evakuasi

  • Tim Gabungan: Tim SAR gabungan yang terdiri dari BPBD, TNI-Polri, Basarnas, dan relawan terus bekerja siang dan malam untuk melakukan evakuasi korban hilang, membersihkan material longsor, dan membuka kembali akses jalan yang tertutup.

  • Kebutuhan Mendesak: Kebutuhan mendesak bagi warga terdampak adalah makanan siap saji, kebutuhan pengungsian, dan fasilitas kesehatan. Pemerintah setempat telah menyiapkan posko dan menyalurkan bantuan.

Masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi bencana susulan mengingat kontur wilayah perbukitan yang labil dan kondisi cuaca ekstrem yang masih mengancam Sumatera Utara.

Posting Komentar

3 Komentar

  1. Bagaimana cara mencegah bencana alam ini pak?

    BalasHapus
  2. Cepat pulih Sumatra 🤲

    BalasHapus
  3. Apakah bencana alam ini di sebab kan oleh manusia atau emang dri alam pak?

    BalasHapus

TERIMA KASIH ATAS KOMENTARNYA