Header Ads Widget

Responsive Advertisement

Biografi Lengkap Rosario de Marshall (Hercules)

 Biografi Lengkap Rosario de Marshall (Hercules)

Rosario de Marshall (lahir 27 Mei 1968), yang lebih dikenal dengan nama panggilan Hercules, adalah tokoh masyarakat asal Timor Leste yang memiliki perjalanan hidup penuh warna dan kontroversi di Indonesia. Dikenal karena latar belakangnya sebagai mantan "preman" di Tanah Abang, Hercules kini bertransformasi menjadi seorang pengusaha dan pemimpin organisasi kemasyarakatan (ormas) yang aktif di kancah politik nasional.

Masa Kecil dan Peran di Timor Timur

Hercules lahir di Ainaro, Timor Portugis (sekarang Timor Leste). Masa kecilnya diwarnai dengan invasi dan pendudukan Indonesia pada tahun 1975. Pada usia yang sangat muda, ia kehilangan orang tuanya dalam sebuah serangan udara. Setelah itu, ia bergabung sebagai Tenaga Bantuan Operasi (TBO) untuk TNI AD, bertugas sebagai kurir logistik dan membantu pasukan khusus Kopassus. Nama panggilan "Hercules" adalah nama sandi yang diberikan kepadanya oleh anggota Kopassus.

Selama masa ini, Hercules mengalami kecelakaan helikopter yang menyebabkan cedera parah pada mata kanan dan tangan kanannya. Ia kemudian dibawa ke Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto di Jakarta untuk menjalani perawatan. Di sanalah ia pertama kali bertemu dengan Prabowo Subianto, yang saat itu menjabat sebagai Panglima Satuan Komando Nanggala. Ikatan ini menjadi awal dari hubungan kesetiaan yang kuat antara keduanya, yang terus berlanjut hingga kini.

Kehidupan di Jakarta dan Reputasi di Tanah Abang

Setelah kabur dari rumah sakit, Hercules memulai kehidupannya di Jakarta sebagai gelandangan, tinggal di kolong jembatan di kawasan Tanah Abang. Dari sinilah ia mulai membangun reputasinya sebagai sosok yang ditakuti di dunia kriminal Jakarta pada era 1980-an hingga 1990-an. Meskipun bertubuh kecil, ia dikenal memiliki keberanian dan nyali yang luar biasa. Ia dikabarkan pernah mengalami berbagai luka bacok dan tembakan, yang memunculkan julukan "tak bisa mati" di kalangan para preman.

Dalam berbagai wawancara di media nasional, Hercules secara terbuka menceritakan masa lalunya yang keras. Ia mengaku sering terlibat dalam perkelahian dan aksi kekerasan untuk mempertahankan kekuasaannya di kawasan Tanah Abang.

Transformasi dan Peran Politik

Seiring berjalannya waktu, Hercules mulai meninggalkan dunia gelapnya. Ia bertransformasi menjadi pengusaha di berbagai sektor, termasuk perikanan dan pertambangan. Salah satu langkah terbesarnya adalah mendirikan Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu (GRIB) Jaya pada tahun 2011. Organisasi ini berfokus pada kegiatan sosial dan politik, serta memiliki anggota di berbagai daerah di Indonesia.

Kiprah politiknya semakin menonjol karena kedekatannya dengan Prabowo Subianto. Hercules menjadi pendukung setia Prabowo dalam kampanye Pilpres 2014, 2019, dan 2024. Ia dan GRIB Jaya berperan aktif dalam memobilisasi dukungan politik di tingkat akar rumput untuk Partai Gerindra. Kedekatan ini sering menjadi sorotan media, baik nasional maupun internasional, karena latar belakangnya yang kontroversial.

Perspektif Media Nasional dan Internasional: Di media nasional, Hercules sering digambarkan sebagai tokoh yang kontroversial, namun juga sebagai sosok yang telah "bertobat" dan memulai hidup baru. Transformasi spiritualnya menjadi mualaf juga sering diberitakan. Meskipun ia pernah beberapa kali tersangkut kasus hukum, ia kini lebih sering muncul di media sebagai figur ormas dan pendukung politik.

Di sisi lain, media internasional jarang meliput Hercules secara mendalam, kecuali jika ada kaitannya dengan sosok Prabowo Subianto. Laporan yang ada cenderung mengaitkan namanya dengan masa lalunya sebagai figur yang memiliki pengaruh di dunia kriminal, serta kedekatannya dengan lingkaran politik dan militer di Indonesia.

Saat ini, Hercules terus aktif sebagai Ketua Umum GRIB Jaya dan berpartisipasi dalam berbagai kegiatan politik dan sosial, menegaskan perannya yang terus berubah dari seorang "preman" menjadi "tokoh" yang memiliki pengaruh signifikan.

Posting Komentar

0 Komentar