Header Ads Widget

Responsive Advertisement

SOAL CERITA TEKNIK MESIN NON KONVENSIONAL / CNC KELAS XI SMK

 A. SOAL CERITA (20 SOAL)

Bagian 1 — Pengenalan mesin CNC dan keselamatan kerja

Soal 1. Pesanan Poros Presisi

Sebuah bengkel menerima pesanan 100 buah poros kecil untuk komponen otomotif. Setiap poros harus memiliki diameter dan panjang yang seragam. Pak Arif meminta Riko membandingkan mesin bubut konvensional dengan mesin bubut CNC sebelum menentukan proses produksi.

Pertanyaan:

a. Jelaskan pengertian mesin CNC dan prinsip dasar cara kerjanya.

b. Mengapa mesin bubut CNC dapat menguntungkan untuk memproduksi 100 poros yang memiliki bentuk sama?

c. Sebutkan tiga kelebihan dan dua keterbatasan mesin CNC dibandingkan mesin bubut konvensional.

Soal 2. Mengenal Komponen Mesin CNC

Saat praktik, kelompok Siska mengamati mesin bubut CNC. Mereka melihat panel kontrol, spindle, turret, chuck, sistem pelumasan, dan pintu pelindung mesin. Salah seorang siswa menganggap panel kontrol hanya berfungsi untuk menyalakan dan mematikan mesin.

Pertanyaan:

a. Jelaskan fungsi masing-masing dari enam komponen tersebut.

b. Apa hubungan panel kontrol dengan program CNC?

c. Mengapa operator harus memahami komponen mesin sebelum menjalankan program?

Soal 3. Kesalahan Saat Menjalankan Mesin

Doni memasukkan program CNC ke mesin. Tanpa memeriksa program dan posisi pahat, ia langsung menekan tombol siklus otomatis (cycle start). Mesin bergerak mendekati cekam dan hampir menyebabkan tabrakan antara pahat dan benda kerja.

Pertanyaan:

a. Identifikasi kesalahan yang dilakukan Doni.

b. Susun langkah pemeriksaan sebelum program CNC dijalankan secara otomatis.

c. Jelaskan fungsi dry run, single block, dan feed override dalam membantu pemeriksaan program, sesuai fasilitas mesin yang tersedia.

Soal 4. Serpihan dan Pintu Pelindung

Ketika mesin frais CNC memotong baja, serpihan logam berhamburan di dalam ruang kerja. Fajar ingin membuka pintu mesin untuk melihat hasil pemotongan lebih dekat, padahal spindle masih berputar.

Pertanyaan:

a. Apa bahaya yang dapat terjadi jika Fajar membuka pintu ketika mesin masih beroperasi?

b. Bagaimana prosedur yang benar untuk memeriksa hasil pemotongan?

c. Sebutkan lima aturan K3 yang harus diterapkan saat bekerja dengan mesin CNC.

Soal 5. Memilih Mesin untuk Komponen Kompleks

Sebuah industri mendapat pesanan komponen berbentuk pelat dengan beberapa lubang, kantong (pocket), dan permukaan bertingkat. Kelompok siswa diminta menentukan apakah komponen lebih tepat dikerjakan menggunakan mesin frais konvensional atau mesin frais CNC.

Pertanyaan:

a. Mesin apa yang lebih sesuai jika komponen harus diproduksi berulang dengan bentuk dan posisi fitur yang presisi? Jelaskan alasannya.

b. Sebutkan tiga jenis pekerjaan yang dapat dilakukan mesin frais CNC.

c. Mengapa pemilihan mesin harus mempertimbangkan bentuk komponen, jumlah produksi, toleransi, biaya, dan kemampuan operator?

Bagian 2 — Koordinat dan dasar pemrograman CNC

Soal 6. Menentukan Titik Nol Benda Kerja

Nadia akan membuat sebuah pelat persegi panjang berukuran 100 mm × 60 mm pada mesin frais CNC. Guru menetapkan titik nol benda kerja di sudut kiri depan permukaan atas pelat. Nadia justru menetapkan titik nol di tengah pelat tanpa mengubah program yang diberikan.

Pertanyaan:

a. Apa yang dimaksud dengan titik nol benda kerja (workpiece zero)?

b. Mengapa titik nol yang digunakan harus sesuai dengan program CNC?

c. Apa kemungkinan akibatnya jika titik nol pada mesin berbeda dari titik nol yang diasumsikan dalam program?

Soal 7. Koordinat Absolut dan Incremental

Dalam praktik pemrograman, Bayu diminta menggerakkan pahat dari titik A ke titik B, kemudian ke titik C. Guru menjelaskan dua metode pemrograman, yaitu absolut dan incremental. Bayu menggunakan koordinat incremental, tetapi mengira setiap koordinat selalu dihitung dari titik nol benda kerja.

Pertanyaan:

a. Jelaskan perbedaan pemrograman absolut dan incremental.

b. Jika titik awal berada di X = 10 mm dan pahat bergerak sejauh 20 mm ke arah positif sumbu X, berapa posisi akhir pada metode incremental?

c. Mengapa kesalahan memahami kedua metode tersebut dapat menyebabkan ukuran benda kerja tidak sesuai?

Soal 8. Memahami Sumbu pada Mesin CNC

Lina menjalankan mesin frais CNC tiga sumbu untuk membuat alur lurus. Ia mengetahui sumbu X dan Y, tetapi belum memahami arah sumbu Z. Ketika program dijalankan, pahat bergerak menjauhi permukaan benda kerja, padahal Lina mengira gerakan Z positif akan membawa pahat masuk ke material.

Pertanyaan:

a. Jelaskan fungsi sumbu X, Y, dan Z pada mesin frais CNC tiga sumbu.

b. Mengapa operator harus memastikan konvensi arah sumbu pada mesin yang digunakan?

c. Apa yang harus diperiksa sebelum memberikan perintah gerak menuju atau menjauhi permukaan benda kerja?

Soal 9. Membaca Program CNC

Seorang siswa menemukan potongan program berikut pada mesin frais CNC yang menggunakan konvensi pemrograman umum:

G21

G90

G00 X20 Y10

G01 X50 Y10 F100

M30

Siswa tersebut menyatakan bahwa semua baris merupakan perintah untuk memutar spindle.

Pertanyaan:

a. Jelaskan arti G21 dan G90 pada konteks program tersebut.

b. Jelaskan perbedaan fungsi G00 dan G01.

c. Apa arti X50 Y10 pada baris gerak G01 jika koordinat absolut digunakan?

d. Mengapa operator perlu memahami sistem kontrol mesin yang digunakan sebelum menjalankan kode?

Soal 10. Memahami Kode M

Dalam program CNC di bengkel sekolah, Rani melihat kode M03, M05, M08, M09, dan M30. Ia mengira semua kode M merupakan perintah gerak pahat.

Pertanyaan:

a. Jelaskan fungsi umum M03, M05, M08, M09, dan M30 pada kontrol CNC yang lazim digunakan.

b. Mengapa fungsi kode tertentu dapat berbeda menurut jenis mesin atau sistem kontrol?

c. Apa risiko jika kode M yang salah digunakan dalam program produksi?

Bagian 3 — Pemrograman mesin bubut CNC

Soal 11. Membuat Poros Bertingkat dengan CNC

Sebuah bengkel sekolah menerima pesanan poros bertingkat dengan panjang 80 mm. Benda kerja memiliki diameter awal 30 mm dan harus dibubut menjadi beberapa diameter sesuai gambar kerja. Andi diminta menyiapkan program bubut CNC, tetapi ia belum menentukan urutan penyayatan.

Pertanyaan:

a. Informasi apa saja yang harus dibaca dari gambar kerja sebelum membuat program?

b. Mengapa urutan pembubutan diameter bertingkat perlu direncanakan terlebih dahulu?

c. Jelaskan tahapan umum dari persiapan benda kerja sampai pemeriksaan hasil poros.

Soal 12. Memilih Kode Gerak untuk Pembubutan

Mira membuat program bubut CNC. Ia menggunakan G00 untuk semua gerakan, termasuk gerakan ketika pahat menyayat permukaan baja. Hasil simulasi menunjukkan pahat bergerak terlalu cepat mendekati benda kerja.

Pertanyaan:

a. Apa fungsi umum G00 dan G01?

b. Mengapa gerakan penyayatan harus menggunakan perintah gerak pemakanan yang sesuai, bukan gerak cepat tanpa pemotongan?

c. Bagaimana cara mengurangi risiko tabrakan ketika pahat mendekati benda kerja?

Soal 13. Kesalahan Menentukan Diameter pada Bubut CNC

Rafi membuat program untuk membubut batang berdiameter awal 40 mm menjadi diameter akhir 25 mm. Ia memasukkan nilai koordinat X berdasarkan pengurangan diameter secara langsung, tetapi tidak memeriksa apakah kontrol mesin menggunakan pemrograman diameter atau radius pada sumbu X.

Pertanyaan:

a. Mengapa mode pemrograman diameter atau radius pada sumbu X harus diketahui?

b. Apa akibatnya jika nilai X dimasukkan berdasarkan asumsi yang salah?

c. Bagaimana cara memverifikasi sistem pemrograman X sebelum menjalankan program?

Soal 14. Membuat Ulir pada Mesin Bubut CNC

Kelompok Dinda diminta membuat ulir luar pada ujung poros. Program awal menghasilkan ulir yang tidak dapat dipasangkan dengan mur. Setelah diperiksa, siswa menyadari bahwa pitch ulir dan diameter awal belum dicocokkan dengan gambar kerja.

Pertanyaan:

a. Sebutkan informasi penting yang harus diketahui sebelum memprogram ulir CNC.

b. Mengapa pitch, diameter, profil pahat, dan sinkronisasi gerak pemotongan harus sesuai?

c. Bagaimana cara memeriksa hasil ulir agar sesuai spesifikasi?

Soal 15. Menggunakan Siklus Pembubutan

Dalam latihan, guru menunjukkan siklus pembubutan otomatis pada kontrol CNC. Beni ingin langsung menggunakan siklus tersebut tanpa memahami parameter yang diminta. Ia beranggapan bahwa siklus otomatis pasti aman untuk semua bentuk benda kerja.

Pertanyaan:

a. Apa yang dimaksud dengan siklus pembubutan otomatis pada CNC?

b. Mengapa parameter siklus harus disesuaikan dengan bentuk benda kerja, pahat, dan material?

c. Sebutkan pemeriksaan yang harus dilakukan sebelum menjalankan siklus otomatis.

Bagian 4 — Pemrograman mesin frais CNC

Soal 16. Membuat Kantong Persegi

Siswa kelas XI diminta membuat kantong persegi berukuran 30 mm × 20 mm pada pelat aluminium menggunakan mesin frais CNC. Program yang dibuat hanya menggerakkan pahat mengikuti batas luar kantong tanpa memperhatikan kedalaman pemotongan dan diameter pahat.

Pertanyaan:

a. Apa yang dimaksud dengan proses frais kantong (pocket milling)?

b. Mengapa diameter pahat, kedalaman pemotongan, dan lintasan pahat harus diperhitungkan?

c. Bagaimana cara memeriksa apakah kantong yang dihasilkan sesuai ukuran gambar kerja?

Soal 17. Memilih Pahat Frais CNC

Sebuah kelompok akan mengerjakan tiga fitur: alur lurus, kantong persegi, dan permukaan rata. Mereka memiliki beberapa pahat dengan diameter dan bentuk berbeda, tetapi belum memahami pemilihan alat potong.

Pertanyaan:

a. Faktor apa saja yang perlu dipertimbangkan dalam memilih pahat frais CNC?

b. Mengapa diameter dan panjang pahat memengaruhi program serta hasil pengerjaan?

c. Apa akibat penggunaan pahat yang tidak sesuai dengan material atau bentuk fitur?

Soal 18. Menentukan Putaran Spindle

Dalam praktik frais CNC, kelompok Seno menggunakan pahat berdiameter 10 mm. Guru memberikan rekomendasi kecepatan potong sebesar 60 m/menit. Seno harus menentukan putaran spindle teoritis sebelum memilih tingkat putaran mesin.

Gunakan rumus:

\[ n=\frac{1000V_c}{\pi D} \]

Keterangan: \(n\) = putaran spindle (rpm), \(V_c\) = kecepatan potong (m/menit), dan \(D\) = diameter pahat (mm).

Pertanyaan:

a. Hitung putaran spindle teoritis yang diperlukan.

b. Jika putaran tersebut tidak tersedia pada mesin, bagaimana cara menentukan pilihan yang sesuai?

c. Mengapa kecepatan potong harus mempertimbangkan jenis material, pahat, dan rekomendasi pabrikan?

Soal 19. Kesalahan Menentukan Kedalaman Pemotongan

Saat membuat alur pada pelat baja, kelompok Fina menetapkan kedalaman pemotongan yang terlalu besar dalam satu lintasan. Mesin mengeluarkan suara berat dan permukaan alur tampak tidak rata.

Pertanyaan:

a. Apa kemungkinan penyebab kondisi tersebut?

b. Mengapa kedalaman pemotongan harus disesuaikan dengan kemampuan pahat dan mesin?

c. Bagaimana langkah perbaikan yang aman dan sistematis?

Soal 20. Menggunakan Simulasi Program

Sebelum menjalankan program frais CNC, guru meminta siswa melakukan simulasi. Ardi menganggap simulasi hanya membuang waktu karena program telah dibuat berdasarkan gambar kerja.

Pertanyaan:

a. Apa tujuan simulasi program CNC?

b. Sebutkan empat jenis kesalahan yang dapat diketahui melalui simulasi atau pemeriksaan program.

c. Mengapa simulasi tetap perlu diikuti pemeriksaan titik nol, offset pahat, dan kondisi pemasangan benda kerja?




Posting Komentar

0 Komentar