Header Ads Widget

Responsive Advertisement

Jangan Tertipu! Kanal Resmi TASPEN dan Palsu

 Jangan Tertipu! Cara Cepat Bedakan Kanal Resmi TASPEN dan Palsu

Tanggal Terbit: Senin, 27 Juli 2026

Kategori: Layanan Publik & Keamanan Siber (Cyber Security)

Lokasi: Jakarta, Indonesia

JAKARTA — Maraknya kejahatan siber berkedok pengkinian data pensiun, panggilan video verifikasi, hingga imbalan bonus tunjangan mendorong PT TASPEN (Persero) memperketat imbauan kepada Aparatur Sipil Negara (ASN) aktif dan para pensiunan. TASPEN menegaskan bahwa seluruh bentuk pelayanan pensiun bersifat gratis (Rp0) dan meminta masyarakat ekstra waspada terhadap akun, pesan WhatsApp, serta situs web palsu yang mengatasnamakan lembaga tersebut.


3. Matriks Perbandingan: Kanal Resmi vs. Modus Penipuan Palsu

Indikator

Kanal Resmi PT TASPEN (Persero)

Modus/Kanal Palsu (Penipuan)

Biaya Layanan

100% GRATIS (Tanpa biaya admin, meterai, atau pendaftaran).

Meminta transfer uang dengan alasan biaya meterai, pendaftaran, atau pengembalian dana.

Situs Web (Website)

Hanya di www.taspen.co.id dan tcare.taspen.co.id.

Domain tiruan (misal: taspen-pensiun-blog.com, bit.ly/taspen-data, dll).

Panggilan / Call Center

1500 919 (Satu-satunya hotline Call Center resmi).

Nomor seluler pribadi 12 digit (WhatsApp/Telepon biasa berawalan +628... atau +6221...).

Aplikasi Ponsel

Andal by TASPEN (Hanya diunduh resmi di Google Play Store & Apple App Store).

Dikirimkan via file .APK di WhatsApp atau pranala (link) unduhan mencurigakan.

Email Resmi

tanya.taspen@taspen.co.id / taspen@taspen.co.id

Alamat email gratisan seperti Gmail/Yahoo (misal: pelayanan.taspen@gmail.com).

Media Sosial

Akun terverifikasi (centang biru) di Instagram/X/TikTok: @taspen.

Akun tanpa centang biru, menyalin foto logo TASPEN, dan mengontak via DM/WhatsApp.

Permintaan Data

Tidak pernah meminta OTP, PIN ATM, atau kata sandi perbankan via pesan instan.

Mendesak peserta mengirimkan data sensitive, nomor kartu keluarga, PIN, hingga OTP.

4. Modus Penipuan Utama yang Sering Muncul

  1. Modus Panggilan Video & Verifikasi Data:

    Penipu berpura-pura menjadi petugas TASPEN dan meminta video call atau meminta transfer nominal kecil (seperti uang meterai Rp10.000) untuk pembaruan data pensiun.

  2. Filtrasi Taut (Phishing & APK Bodong):

    Pengiriman pesan via WhatsApp berisi berkas .APK yang menyamarkan diri sebagai aplikasi "Taspen Otentikasi" atau tautan palsu pengkinian data. Jika diunduh, aplikasi tersebut dapat menguras saldo rekening korban.

  3. Iming-iming Bonus/Tunjangan & Pengembalian Dana:

    Pesan berantai (spoofing) berisi janji kenaikan tunjangan, dividen tambahan, atau pembagian dana mengandalkan surat tugas berstempel/barcode palsu.

5. Prinsip "Tahan, Pastikan, Laporkan" dari TASPEN

Untuk melindungi para peserta dari kejahatan siber, TASPEN mengedukasi masyarakat melalui protokol tiga langkah:

  • TAHAN: Ambil jeda dan jangan langsung menanggapi pesan, panggilan, atau instruksi mendesak dari pihak tak dikenal.

  • PASTIKAN: Cek kebenaran informasi langsung melalui saluran resmi (Call Center 1500 919 atau www.taspen.co.id).

  • LAPORKAN: Jika menemukan indikasi penipuan atau sudah terlanjur membagikan informasi, segera laporkan ke pihak berwenang, Call Center TASPEN, atau bank terkait untuk memblokir akses transaksi.

6. Bahan Konfirmasi Jurnalistik & Kontak Resmi (Next Steps)

Bagi jurnalis yang hendak melakukan konfirmasi berita atau melengkapi artikel liputan:

  • Narasumber Resmi: Corporate Secretary PT TASPEN (Persero).

  • Kantor Pusat: Jl. Letjen Suprapto No. 45, Cempaka Putih, Jakarta Pusat 10520.

  • Telepon Resmi: (021) 424 1808 / Call Center 1500 919.

  • Aplikasi Pelaporan Layanan: T-Care (tcare.taspen.co.id).

Posting Komentar

0 Komentar